TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Perkembangan komunitas literasi utamanya Taman Baca Masyarakat (TBM) terus berkembang menjangkau seluruh wilayah kecamatan di Malinau, Kalimantan Utara.
Hingga 2026, tercatat total 91 TBM yang telah didirikan di Malinau didukung lebih 700 pegiat literasi dari berbagai wilayah dan desa.
Sekda Malinau, Ernes Silvanus menyampaikan, tren positif perkembangan gerakan literasi didukung dari ikhtiar yang kuat dari pegiat literasi di daerah.
Dalam Acara Pelatihan Penguatan Kapasitas Pegiat TBM pada Jumat (3/7/2026), dia menyampaikan bagaimana komunitas literasi berkembang pesat setiap tahun.
Baca juga: LPTQ Malinau Siapkan Strategi Pembinaan, Usulkan Dana Insentif Pasca-MTQ
"Karena tujuannya ke depan bagaimana semangat dan budaya literasi terus tumbuh, salah satunya melalui dedikasi pegiat literasi," katanya.
Ke depan, pengembangan komunitas literasi juga perlu didukung beradaptasi pada ekosistem digital.
Komunitas Baca dan Literasi di Malinau diketahui mulai merambah dan berkembang pesat sejak pandemi Covid, sekira 2019 lalu.
Keterbatasan interaksi mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas kecil, yang kemudian terus berkembang menjadi komunitas yang lebih terstruktur.
Visi yang sejalan dari komunitas dan pemerintah daerah menurutnya menjadikan program serupa terus mendapatkan dukungan.
Utamanya terhadap program berbasis pendidikan dan sumber daya manusia.
"Harapannya pendidikan akan terus menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pengembangan literasi harus jadi tanggung jawab bersama," ungkapnya.
Perkembangan komunitas baca termasuk TBM umumnya difasilitasi Pemkab Malinau dengan sejumlah program yang disinkronisasikan dalam Musrenbang tingkat RT, Desa hingga ke level kabupaten.
Bentuk dukungan daerah di antaranya dengan memfasilitasi terbentuknya TBM di tiap desa, fasilitasi bahan bacaan hingga pelatihan pegiat secara berkelanjutan.
(*)
Penulis: Mohammad Supri