Bhinneka Run 2026 Libatkan Pelari Disabilitas, Menpora Erick: Olahraga Milik Semua Orang
Hasiolan Eko P Gultom July 05, 2026 06:38 PM

Bhinneka Run 2026 Libatkan Pelari Disabilitas, Menpora Erick: Olahraga Milik Semua Orang

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ajang lomba lair, Bhinneka Run 2026 resmi digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (4/7/2026) pagi.

Ribuan pelari dari berbagai kalangan ambil bagian dalam event yang memadukan olahraga, budaya, dan semangat kebhinekaan tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, didampingi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, secara langsung melepas peserta yang mengikuti tiga kategori lomba, yakni 3K, 5K, dan 10K.

Mengusung konsep yang berbeda dari ajang lari pada umumnya, Bhinneka Run 2026 mengajak peserta menikmati lintasan yang melintasi rumah-rumah adat serta berbagai ikon budaya dari seluruh provinsi di Indonesia yang berada di kawasan TMII.

Sepanjang rute, peserta juga disambut beragam pertunjukan seni tradisional, mulai dari tanjidor, angklung, hingga tari Tor-Tor yang menambah semarak suasana perlombaan.

Tak hanya menjadi ajang olahraga bagi masyarakat umum, Bhinneka Run 2026 juga menghadirkan ruang bagi penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi.

Kehadiran para pelari disabilitas mendapat apresiasi khusus dari Menpora Erick Thohir yang menilai olahraga harus menjadi hak seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Senang sekali melihat masyarakat begitu antusias mengikuti Bhinneka Run. Lari membuat tubuh sehat, menjaga kebugaran, dan menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," ujar Erick.

Menurut Erick, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa olahraga semakin inklusif dan mampu menghadirkan kesempatan yang setara bagi semua orang.

“Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali,” katanya.

Erick menambahkan, penyelenggaraan olahraga yang inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang ramah bagi penyandang disabilitas agar dapat diakses lebih luas.

Lebih lanjut, Menpora Erick mengungkapkan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 25,9 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 11 persen tercatat aktif berolahraga. Data tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan partisipasi olahraga di kalangan penyandang disabilitas.

Selain mendorong partisipasi dalam aktivitas olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga berupaya memperpanjang kontribusi atlet disabilitas setelah memasuki masa purna.

Salah satunya dengan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi tenaga pendidik dan pembina atlet muda.

“Kami ingin para atlet disabilitas tetap memiliki ruang untuk mengabdi setelah masa purnanya. Pengalaman dan prestasi mereka sangat berharga untuk dibagi serta membina adik-adik kita di sekolah, baik di pusat maupun di daerah, sehingga lahir generasi atlet disabilitas yang semakin berprestasi," pungkas Erick.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.