TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Malinau tengah merancang rencana untuk menjaga kontinuitas pembinaan para qari dan qariah setelah berakhirnya ajang musabaqah tilawatil Quran 2026.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Malinau, Kamran Daik, mengungkapkan tantangan terbesar pasca-kompetisi adalah keberlanjutan.
Di antaranya memastikan para peserta berprestasi tetap terarah dan mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.
"Untuk pembinaan selanjutnya, kita perlu untuk memastikan pasca MTQ, peserta terus mendapatkan pembinaan berkelanjutan," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Baca juga: Kafilah Malinau Tembus Peringkat II di MTQ X Tingkat Provinsi Kaltara, Lompatan Luar Biasa
Untuk mengantisipasi hal tersebut, LPTQ Malinau berencana melakukan komunikasi dengan Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, hingga Bupati Malinau.
Salah satu poin krusial yang akan diusulkan adalah penyediaan dana pembinaan atau insentif khusus bagi para peserta yang telah berhasil meraih juara.
"Dana ini diharapkan dapat menjadi stimulan sekaligus jaminan kesejahteraan agar fokus mereka dalam meningkatkan kualitas diri tetap terjaga," ucapnya.
Selain dukungan finansial, inovasi metode latihan juga menjadi prioritas utama.
Guna menyiasati jarak dan efisiensi anggaran, strategi baru ini melibatkan kombinasi pembinaan tatap muka dan metode digital.
Rencana pembinaan akan mengombinasikan kehadiran pelatih nasional secara berkala ke daerah dengan kelas intensif jarak jauh menggunakan aplikasi Zoom.
Rangkaian program jangka panjang ini sengaja dirancang sejak dini sebagai langkah persiapan matang menuju target besar berikutnya.
Lembaga menargetkan persiapan ini untuk menyambut Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat Provinsi Kalimantan yang dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang.
Program berkala ini diharapkan dapat menyatukan kembali para peserta pasca-kompetisi agar latihan tetap berjalan konsisten.
(*)
Penulis: Mohammad Supri