20 SD Negeri di Solo Hanya Terima Segelintir Murid, Respati Siapkan Evaluasi
Ryantono Puji Santoso July 05, 2026 05:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Masalah tersebut tak lain masih minimnya minat calon orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar (SD) negeri di Kota Solo.

Berdasarkan data laman spmb.surakarta.go.id, setidaknya masih ada 20 SD Negeri yang hanya mendapatkan murid baru kurang dari 10 siswa.

Menanggapi hal tersebut, Respati mengatakan dirinya telah memegang sejumlah catatan yang harus segera dievaluasi.

Ditemui di sela pelantikan pengurus kota (Pengkot) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Solo di Mal Solo Square, Minggu (5/7/2026) siang, Respati menegaskan pihaknya akan menggelar pelatihan bagi kepala sekolah negeri di Kota Solo dalam waktu dekat.

“Terus kita evaluasi. Yang terpenting transformasi sekolah negeri, kita akan rekomendasi ToT (Training of Trainers) untuk kepala sekolah,” terang Respati.

Untuk sekolah negeri yang kekurangan siswa pada SPMB tahun ini, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah.

“Kepala sekolah akan kami monev (monitoring dan evaluasi) secara langsung. Kepala sekolah yang tidak dapat menambahkan murid sekolah negerinya akan kita evaluasi,” lanjut dia.

Kurang Promosi hingga Kurang Diminati

Bukan tanpa alasan. Menurut Respati, ada faktor kurang jelinya kepala sekolah dalam mempromosikan sekolah mereka sehingga pada pelaksanaan SPMB masih ada sekolah negeri yang kurang diminati masyarakat.

“Karena anggarannya sama, tapi kenapa ada yang tertarik, ada yang enggak. Berarti kepala sekolah harus saya review kinerjanya,” tegas Respati.

Baca juga: Masih Ada SD Negeri di Solo yang Minim Siswa, 20 Sekolah Terima Kurang dari 10 Murid

Sementara itu, Respati juga menegaskan tetap akan memberikan fasilitas penuh kepada sekolah yang hanya menerima sedikit siswa.

Hal itu ditegaskannya karena semua siswa memiliki hak memperoleh pendidikan yang sama.

“Tetap berjalan, tetap berjalan. Kita tetap fasilitasi, warga kita tetap harus kita fasilitasi,” katanya.

Alih-alih melakukan regrouping atau penyatuan sekolah yang kekurangan murid, Respati lebih memilih melakukan evaluasi melalui transformasi pendidikan di berbagai sektor, termasuk menggelar roadshow ekstrakurikuler dengan menggandeng berbagai cabang olahraga di bawah KONI Solo.

“Kuncinya transformasi pendidikan negeri,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.