TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemkab Batang mempercepat pembangunan Jembatan Kali Belo di Kecamatan Tersono dengan sistem kerja siang dan malam selama 24 jam.
Hasilnya, jembatan darurat kini sudah dapat dilalui masyarakat, sementara pembangunan jembatan permanen terus berjalan dan ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak.
Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan sesuai instruksi Bupati Batang saat datang ke lokasi proyek beberapa waktu lalu.
Saat ini progres pekerjaan dinilai berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Pemkab Batang Perbaiki Akses Wisata Pantai Jodo, Anggarkan Pembangunan Jembatan Baru Rp 3,8 Miliar
• 300 Formasi Perangkat Desa di Batang Segera Dibuka, Perbup Baru Perkuat Peran Kepala Desa
"Alhamdulillah pekerjaan dikejar siang dan malam selama 24 jam. Jembatan darurat kini sudah bisa dilewati masyarakat."
"Untuk konstruksi jembatan permanen juga sudah berjalan dengan progres yang positif," kata Endro, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, meski kontrak pekerjaan berakhir pada November 2026, DPUPR optimistis pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat, yakni pada Oktober 2026.
"Kami meyakini pekerjaan di sana masih on the track. Harapan kami, Oktober 2026 sudah bisa selesai," ucapnya.
Endro menjelaskan, pembangunan Jembatan Kali Belo menelan anggaran sekira Rp8,6 miliar.
Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembangunan abutment atau struktur penahan di kedua ujung jembatan sebelum pemasangan konstruksi utama.
Berbeda dengan yang lama, Jembatan Kali Belo yang baru akan memiliki bentang sepanjang 42 meter dengan konstruksi gelagar baja sehingga diharapkan lebih kuat dan mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan.
Selain itu, dimensi jembatan juga mengalami peningkatan signifikan. Lebar jembatan yang sebelumnya hanya sekira lima meter diperluas menjadi tujuh meter.
Dari total lebar tersebut, enam meter digunakan sebagai badan jalan untuk kendaraan, sedangkan masing-masing sisi kanan dan kiri dilengkapi trotoar selebar 0,5 meter.
Dia menambahkan, desain jembatan mengutamakan aspek kekuatan dan fungsi.
Meski menggunakan konstruksi baja seperti sejumlah jembatan modern lainnya, pembangunan tidak difokuskan pada unsur estetika, melainkan pada kualitas struktur agar mampu melayani mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.
Dengan selesainya jembatan darurat yang kini telah beroperasi, akses masyarakat di kawasan Kali Belo kembali terbuka sambil menunggu penyelesaian jembatan permanen.
Pemkab Batang berharap percepatan pembangunan dapat meminimalkan dampak terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut. (*)