Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Memburuk, KLH Minta Warga Segera Menjauh Radius 1,7 Kilometer
Abdul Rosid July 05, 2026 07:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 1,7 kilometer dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten yang hingga kini masih dilanda kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul memburuknya kualitas udara di sekitar lokasi akibat asap tebal yang terus mengepul selama proses pemadaman berlangsung. 

Kondisi itu dinilai berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Baca juga: TPA Jatiwaringin Terbakar, KLH Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Setelah Pemadaman Selesai

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengatakan masyarakat sebaiknya menghindari kawasan sekitar TPA Jatiwaringin selama kebakaran belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

"Yang benar-benar harus dihindari itu radius 1,7 kilometer. Namun, situasi di lapangan ini juga sangat bergantung pada arah angin," kata Diaz di Tangerang, Sabtu (4/7/2026).

Bagi warga yang masih berada di sekitar lokasi, KLH meminta agar selalu menggunakan masker atau alat pelindung diri untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat menghirup asap kebakaran.

"Mereka kalau bisa memang jangan berada di daerah situ, harus memakai masker," ujarnya.

Dinkes Minta Warga Waspadai ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar menghindari paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin. 

Selain membagikan masker, petugas kesehatan juga rutin menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan ISPA kepada warga terdampak. 

"Kita woro-woro setiap hari, pagi dan sore kepada masyarakat yang terdampak itu tentang bagaimana cara menghindari infeksi saluran pernapasan atas akibat asap ini," kata Hendra.

Warga yang terdampak asap diimbau segera menjauh dari lokasi ketika kepulan asap mengarah ke permukiman. 

Jika tidak memungkinkan, masyarakat diminta menggunakan masker. 

"Masyarakat yang terdampak asap, segera jika ada asap itu segera hindari dengan berpindah lokasi. Jika tidak memungkinkan, usahakan pakai masker," ujarnya. 

Dinkes juga menganjurkan warga tetap menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar tidak mudah terserang penyakit selama musim kemarau.

Sudah 154 Warga Terserang ISPA 

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga mengalami ISPA akibat dampak kebakaran TPA Jatiwaringin. 

Hendra mengatakan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak berkembang menjadi pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

"Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian," kata Hendra.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan kasus pneumonia yang berkaitan dengan paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

Kualitas Udara Jauh Melebihi Ambang Batas

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. 

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup KLH Rasio Ridho Sani mengatakan, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di lokasi mencapai sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik, jauh di atas baku mutu harian nasional sebesar 55 mikrogram per meter kubik. 

Berdasarkan hasil pemantauan KLH pada Jumat (3/7/2026), konsentrasi PM10 juga mencapai sekitar 750 mikrogram per meter kubik, sementara baku mutu yang berlaku berada di angka 75 mikrogram per meter kubik.

KLH turut mengukur kandungan nitrogen oksida (NOx) dan sulfur oksida (SOx) yang muncul akibat pembakaran sampah, termasuk material plastik yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

"Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan," kata Rasio. 

Menurut dia, dampak pencemaran udara akibat kebakaran TPA Jatiwaringin bahkan lebih berat dibandingkan kebakaran hutan dan lahan karena melibatkan pembakaran biomassa, gas metana, dan berbagai jenis sampah lainnya.

Pemda Siapkan Lokasi Pengungsian

Diaz mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah antisipasi jika arah angin membawa asap ke kawasan permukiman yang lebih padat penduduk. 

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dua lokasi pengungsian beserta fasilitas pendukung, termasuk pasokan makanan dan air bersih bagi warga terdampak. 

"Pak Bupati menegaskan akan mengevakuasi warga yang ada di sana, sama seperti proses evakuasi yang sukses dilakukan di wilayah timur kemarin," kata Diaz.

Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari area sekitar TPA Jatiwaringin selama kebakaran belum berhasil dipadamkan. 

"Kalau bisa memang jangan berada di daerah situ. Namun jika masih ada yang terpaksa tinggal atau sedang bersiap, jangan lupa pakai masker dan alat pelindung diri lainnya," ujarnya.
app6

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.