TRIBUNJAMBI.COM - Aksi seorang pria yang mengaku sebagai anggota TNI saat ditegur karena melintas menggunakan sepeda motor di atas trotoar berakhir dengan permintaan maaf terbuka.
Pria bernama Syaiful Anwar itu akhirnya mengakui dirinya bukan anggota TNI, melainkan hanya bekerja sebagai marketing.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah video perdebatan antara Syaiful dan seorang pejalan kaki bernama Cae viral di media sosial.
Tak sedikit warganet menilai sikap Syaiful berubah drastis setelah videonya menyebar luas, dari semula bersikeras mengaku tentara hingga akhirnya meminta maaf.
Baca juga: Bank Dunia Usulkan Skema Baru BioCF, Pemprov Jambi Minta Komitmen Awal Tetap Dilanjutkan
Baca juga: Cair Lagi Bansos BLT Dana Desa Rp300 Ribu, Ini Syarat dan Cara Cek Penerima
Bermula dari Teguran di Trotoar
Insiden itu terjadi di trotoar Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).
Saat itu, Cae sedang berjalan kaki ketika melihat Syaiful mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan melalui trotoar.
Merasa hak pejalan kaki terganggu, Cae langsung menghadang dan menegur pengendara tersebut.
"Saat sampai di depan aku, aku adang lalu aku tegur," ujar Cae.
Bukannya mengakui kesalahan, Syaiful justru mencoba membela diri dengan mengaku sebagai anggota TNI.
"Saya ini tentara, Mbak," ucapnya.
Namun Cae tetap bersikap tegas.
Ia menegaskan bahwa trotoar merupakan fasilitas khusus pejalan kaki sehingga tidak boleh digunakan kendaraan bermotor.
"Saya enggak peduli Anda anggota atau bukan. Saya mau lewat sini, saya mau ke gereja. Jangan bikin saya emosi. Kalau ada tindakan yang tidak benar, kita seharusnya tidak mengikuti," balas Cae.
Cae juga kembali mengingatkan fungsi trotoar.
"Ini buat jalan kaki, bukan buat motor," katanya.
Sementara itu, Syaiful berdalih dirinya hanya mengikuti pengendara lain yang juga melintas di atas trotoar.
"Banyak orang lewat sini. Rumah saya juga dekat sini," ujarnya.
Perdebatan tersebut berakhir setelah Cae memilih meninggalkan lokasi.
Akhirnya Mengaku Bukan TNI
Setelah videonya viral, Syaiful menyampaikan klarifikasi melalui rekaman video yang diterima Kompas.com pada Sabtu (4/7/2026).
Dalam video tersebut, ia didampingi dua anggota TNI Angkatan Darat.
Syaiful menegaskan bahwa dirinya bukan anggota TNI seperti yang sempat diakuinya saat cekcok dengan Cae.
"Saya Syaiful Anwar, pekerja marketing. Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi warga biasa," katanya.
Ia kemudian meminta maaf kepada institusi TNI karena telah mencatut nama lembaga tersebut.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan seluruh anggota TNI di Indonesia karena telah mencemarkan nama baik institusi TNI," ujarnya.
Selain itu, Syaiful juga meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pejalan kaki, karena menggunakan trotoar sebagai jalur kendaraan dan melawan arus.
Kapuspen TNI Minta Diproses
Menanggapi viralnya kasus tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menilai tindakan Syaiful dapat mencoreng nama baik institusi.
Ia berharap aparat penegak hukum memproses pelanggaran tersebut sesuai aturan yang berlaku.
"Kami harapkan penegak hukum menegakkan aturan dan sanksi bagi pelanggar," kata Nas.
Bang Jago Bawa Parang di SPBU Kini Juga Tak Berkutik
Di sisi lain, aksi serupa yang memperlihatkan sikap arogan juga terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Seorang pria berinisial DJ (50) sempat viral setelah mengamuk sambil membawa parang panjang di SPBU Bonggoeya saat mengantre bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula ketika DJ datang untuk membeli Pertalite.
Saat itu antrean kendaraan sedang padat.
Diduga tidak sabar menunggu giliran, DJ terlibat cekcok dengan pengendara lain.
Pelaku sempat meninggalkan lokasi, namun kembali beberapa saat kemudian dengan membawa sebilah parang panjang.
Keberadaan senjata tajam tersebut membuat warga panik.
Dalam video yang beredar di media sosial, DJ terlihat mondar-mandir sambil mengacungkan parang dan diduga sempat mengayunkannya ke arah warga.
Sejumlah warga kemudian berusaha mengejar pelaku.
Bahkan, massa sempat melempari DJ dengan batu hingga akhirnya ia melarikan diri.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polresta Kendari.
Tak lama berselang, polisi berhasil mengamankan DJ untuk menjalani pemeriksaan.
Saat digiring ke ruang penyidik, pria yang sebelumnya terlihat garang itu tampak tertunduk, beberapa kali memejamkan mata, serta menunjukkan ekspresi murung.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam di SPBU Bonggoeya pada Minggu (28/6/2026).