Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sumur minyak tradisional ilegal yang dikelola masyarakat di Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, meledak dan terbakar hebat pada Minggu (5/7/2026) pagi.
Kobaran api yang bersumber dari kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut hingga kini belum berhasil dijinakkan.
"Enggak tahu pasti gimana meledaknya karena kami lihat dari jalan, tadi pagi pertama kali kami lihat asap hitam pekat membumbung tinggi.
Sampai sekarang apinya belum padam," ujar Reza, warga setempat yang menyaksikan peristiwa mencekam tersebut dari kejauhan.
Kapolres Aceh Timur melalui Kasat Reskrim AKP Noveizaldi, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab ledakan tersebut.
Saat ini, fokus utama petugas di lapangan adalah melokalisir kobaran api agar tidak meluas ke area perkebunan lain.
Baca juga: VIDEO BREAKING NEWS - Sumur Minyak Ilegal di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar
"Penyebab pastinya belum diketahui, tim sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Fokus kita sekarang adalah penanganan dan pemadaman," ujar AKP Noveizaldi.
Terkait proses hukum dan kepemilikan sumur minyak ilegal tersebut, Noveizaldi menegaskan akan melakukan penyelidikan mendalam setelah situasi di lapangan berhasil dikendalikan.
"Nanti setelah situasi aman dan olah TKP selesai, baru kita telusuri siapa pemiliknya dan siapa yang harus bertanggung jawab. Semua akan kita periksa," tegasnya.
Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Polres Aceh Timur telah mengerahkan personel guna mengamankan perimeter radius bahaya dan melarang warga mendekati titik api yang kian membesar.
"Personel sudah menyebar di lokasi untuk sterilisasi dan pengamanan. Kami meminta warga untuk tidak mendekat demi keselamatan," tambah Kasat Reskrim.
Baca juga: Angin Kencang Kendala Pemadaman Api Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur
Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi terus berupaya menjinakkan si jago merah, namun mengalami kendala akibat tingginya intensitas api dan radiasi panas.
Petugas juga belum bisa memastikan apakah ada korban jiwa dalam insiden ini karena jarak pandang dan akses ke titik utama kebakaran masih sangat terbatas.
Berdasarkan pantauan Serambinews.com di lapangan, akses menuju lokasi kebakaran didominasi oleh hamparan perkebunan kelapa sawit.
Ironisnya, di sepanjang jalur tersebut tampak jelas menjamurnya menara bor (derrick) tradisional dan pipa-pipa pengeboran minyak bumi.
Kawasan perkebunan ini tampaknya telah menjelma menjadi ladang perburuan emas hitam bagi para pencari minyak lokal. Sumur-sumur minyak tradisional menyebar sporadis di sisi kiri dan kanan jalan.
Kendati aktivitas penambangan tanpa izin (illegal drilling) ini terlihat begitu masif dan terstruktur dengan adanya infrastruktur pengeboran, status kepemilikan sumur-sumur tersebut masih misterius.
Kondisi ini menyisakan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana aktivitas ilegal yang berisiko tinggi dan merusak lingkungan ini bisa menjamur bebas tanpa terdeteksi sejak awal?. (*)