SURYAMALANG.COM, MALANG - Tidak sulit mencari makanan atau kuliner di Kota Malang, termasuk pada malam hari.
Banyak penyedia makanan dan minuman rela membuka warungnya mulai malam sampai menuju pagi.
Berbagai pilihan makanan dapat dengan mudah ditemui saat malam hari, mulai dari angsle dan ronde, rawon pecel, sampai aneka warung kaki lima dan kafe.
Fenomena ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan mahasiswa yang memang mendominasi kota yang dijuluki sebagai kota pendidikan ini.
Kota Malang memiliki modal kuat karena dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus kota kuliner.
"Jumlah mahasiswa di Kota Malang sangat banyak. Mereka menjadi penggerak ramainya kuliner malam karena kebutuhan dan gaya hidup mereka memang banyak yang beraktivitas sampai malam," kata Rina Rifqie Mariana, Dosen Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM) kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (4/7).
Ada banyak spot kuliner malam yang cukup digandrungi oleh masyarakat, seperti Nasi Rawon Mbak Ten di Jalan Borobudur, maupun warung Suradi di Jodipan yang khas dengan pecel rawonnya.
Juga ada Warung Mami Cukam di Polehan, dan di depan Pasar Kedungkandang ada pecel rawon dan nasi campur yang menjadi idaman masyarakat sejak lama.
Semakin beragamnya kuliner di Malang membuat pelaku usaha kuliner terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Tidak hanya menghadirkan makanan kekinian, tetapi juga mengembangkan kuliner tradisional agar tetap diminati generasi muda.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah munculnya berbagai kreasi kuliner hasil perpaduan makanan khas dari sejumlah daerah seperti rawon pecel atau rujak soto.
Menurut Rina, kreativitas semacam itu merupakan hal positif selama tetap menjaga identitas kuliner lokal.
"Kreativitas kuliner memang harus terus muncul. Harapannya kuliner tradisional tetap berkembang dan dikenal masyarakat, terutama generasi muda. Inovasi seperti perpaduan berbagai jenis makanan menjadi cara agar kuliner lokal tetap hidup," tambahnya.
Rina menilai terdapat perbedaan karakter antara kuliner siang dan malam.
"Makanan malam itu punya daya tarik tersendiri. Ada beberapa makanan yang memang lebih cocok dinikmati malam hari, seperti angsle dan makanan berkuah hangat lainnya," ungkapnya.
Rina melihat tren kuliner saat ini juga mengalami perubahan dari sisi cita rasa. Banyak makanan yang kini hadir dengan penggunaan rempah lebih kuat dan rasa yang lebih gurih untuk menyesuaikan selera konsumen masa kini.
"Saya berharap perkembangan kuliner malam tidak membuat masyarakat melupakan makanan tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas Kota Malang," imbuhnya.