Kronologi Bripda Nopandri dan Aiptu Sumariyanto Hilang Gerebek Bandar Sabu Ditemukan Tewas di Sungai
Rusaidah July 05, 2026 08:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Bripda Nopandri Ramadhan dan Aiptu Sumariyanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang hilang dan ditemukan tewas saat gerebek bandar narkoba di Kalimantan Tengah menuai sorotan publik.

Bripda Nopandri yang sempat dikabarkan hilang saat menggerebek bandar narkoba di Kalteng ditemukan meninggal dunia.

Bripda Nopandri ditemukan sudah tidak bernyawa di aliran sungai pada Sabtu (4/7/2026) sekira pukul 15.55 WIB.

Sementara itu, satu polisi lainnya yang sempat dilaporkan hilang yakni Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Sumariyanto, personel terakhir yang dicari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) pagi.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. 

Almarhum gugur saat menjalankan tugas," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Baca juga: Daftar Nama 6 Kapolda Baru Resmi Dilantik Kapolri, Irjen Pol Pipit Rismanto Pimpin Polda Jawa Barat

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ungkapnya.

Eko mengatakan Bripda Nopandri ditemukan awalnya dari informasi yang diterima jika ada peristiwa penemuan mayat di sungai.

Setelah itu, pihak kepolisian pun mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan atas temuan mayat tersebut. Benar saja, korban merupakan Bripda Nopandri.

"Kondisi korban sudah dalam keadaan kaku terapung tersangkut di ranting kayu," ucapnya.

Kemudian, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan evakuasi.

Dalam insiden yang terjadi tepatnya di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalteng diketahui juga merenggut nyawa anggota Satresnarkoba Polres Katingan yakni Aipda Yudhie Perdana Putra.

Terkait itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas para seluruh bandar ataupun gembong narkoba.

"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. 

Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Bagan 8 Besar Piala Dunia Terbaru 5 Juli 2026 Lengkap Hasil Skor, Daftar Tim Lolos dan Jadwal Final

Adapun intruksi tindakan tegas ini bertujuan untuk melindungi seluruh masyarakat dari bahaya laten narkotika.

"Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," jelasnya.

Apalagi, kata Sigit, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi. 

Sehingga, Sigit menegaskan, seluruh generasi bangsa Indonesia harus dijaga dari bahaya dampak narkoba. 

3 Polisi Dikeroyok Massa saat Penggerebekan

Sementara itu di kasus lainnya sebelumnya Iptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba dimakamkan pada Sabtu (4/7/2026) siang.

Aiptu Yudhi tewas dibacok massa saat penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari. 

Selain itu, dua polisi hanyut di sungai saat berupaya menyelamatkan diri dari amukan massa. 

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono mengatakan, almarhum Aiptu Yudhi akan dimakamkan secara kedinasan kepolisian. 

Mengenal Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah yang gugur di Kabupaten Katingan usai gerebek TO narkoba.
Mengenal Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah yang gugur di Kabupaten Katingan usai gerebek TO narkoba. (Dok Istimewa/IG Emergency Response plk)

Ini sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian, dan jasa selama bertugas.

"Almarhum akan dimakamkan secara kedinasan kepolisian pukul 11.00 WIB," ujar Dodik kepada TribunKalteng.com, Sabtu (4/7/2026).

Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di kompleks pemakaman Kristen yang berada di TPU Kasongan Baru, Jalan Pilau, Kabupaten Katingan.

"Prosesi pemakaman di kompleks pemakaman Kristen (TPU Kasongan Baru, Jalan Pilau, Kasongan, Kabupaten Katingan)," katanya.

3 Polisi Gugur Total 4 Meninggal

Minggu (5/7/2026) merupakan hari keempat pasca insiden penggerebekan diduga bandar sabu.

Penggerebekan dilakukan, di di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (2/7/2026) lalu. 

Baca juga: Harta Kekayaan Syah Afandin Bupati Langkat Simpan 55 Kg Logam Platinum dan Uang Miliaran di Mobil

Hari keempat, korban terakhir dari kepolisian, Aiptu Sumariyanto, personel Polres Katingan ditemukan.

Ia ditemukan meninggal ditemukan di daerah aliran sungai (DAS) Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Minggu pagi WIB.

Jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan tersangkut, di dahan pohon pinggir sungai. 

Penemuan jenazah Aiptu Sumariyanto dibenarkan Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono. 

"Iya benar, ditemukan pagi ini," kata Dodik saat dikonfirmasi TribunKalteng.com.

Terkait kondisi luka pada jenazah hingga penyebab kematian, Dodik menyebut pihaknya masih menunggu hasil forensik. 

"Masih menunggu hasil autopsi," ungkapnya. 

Saat ini, jenazah Aiptu Sumariyanto telah dievakuasi dan segera dibawa ke RS Bhayangkara. 

Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, total korban gugur dari kepolisian sebanyak tiga orang.

Semuanya anggota Satresnarkoba Polres Katingan.

Sebelumnya dua anggota kepolisian ditemukan meninggal di waktu yang berbeda.

20260705 POLRES KATINGAN
SISIR LOKASI – Foto dokumen petugas kepolisian melakukan penyisiran di sekitar lokasi penggerebekan dugaan peredaran sabu, di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026). (Istimewa)

Bripda Nopandri ditemukan lebih dulu, pada Sabtu (4/7/2026). 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan, tepatnya di wilayah Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah. 

Saat ditemukan, jasad korban tersangkut di ranting kayu sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan.

Usai ditemukan, jenazahnya juga langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya, dan tiba pada Sabtu malam WIB.

Korban langsung dimakamkan pada Minggu pagi secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasinya selama bertugas.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum terlebih dahulu disalatkan di Masjid Al Ghufron, Kasongan. 

Tangis keluarga pecah mengiringi prosesi pemakaman Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana di Kasongan, Kabupaten Katingan.

Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan pada Minggu pagi juga langsung menyerahkan kepada keluarga almarhum kenaikan pangkat luar biasa anumerta menjadi Briptu Anumerta kepada Bripda Nopandri Ramadhana.

Penganugerahan itu diberikan atas pengabdian Bripda Nopandri Ramadhana yang gugur saat menjalankan tugas.

Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra juga meninggal dunia, pada Kamis (2/7/2026). 

Baca juga: Daftar 7 Nama Terjaring OTT KPK di Langkat, Sopir Sampai Ajudan, Eks Anggota DPRD Sumut Terseret

Jenazahnya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya.

Prosesi pemakaman Aipda Yudhi Perdana Putra berlangsung, Sabtu (4/7/2026) siang WIB.

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, di Jalan Semangka, Kelurahan Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Almarhum Yudhi Perdana Putra juga diberikan penganugerahan kenaikan pangkat istimewa, Anumerta menjadi Aiptu.

Selain ketiga anggota, satu warga sipil juga meninggal dunia dalam insiden ini.

Seorang warga sipil yang meninggal berinisial TE (40), yang disebut merupakan keluarga satu target operasi.

TE diduga terkena tembakan saat bentrokan berlangsung.

Dua Terduga Ditangkap

Di tengah duka tersebut, dalam proses pengembangan kasus terus dilakukan.

Sejauh ini, polisi telah mengamankan dua orang diduga pelaku.

Pertama, seorang pria berinisial A (38).

A ditangkap pada Jumat (3/7/2026) pagi di sebuah lanting sedot emas, di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Pria tersebut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat operasi penggerebekan yang berujung bentrokan dan menewaskan seorang anggota polisi.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono sebelumnya menyebut, pria tersebut masih memiliki hubungan keluarga.

"Ada hubungan keluarga," ucapnya.

Terbaru, Polres Katingan juga berhasil menangkap terduga pelaku yang menyerang apparat.

Informasi terhimpun terduga pelaku yang ditangkap seorang pria inisial R.

Ia disebut keluarga target operasi penangkapan Polres Katingan, BIO dan BU. 

Terduga pelaku ditangkap pada Sabtu (4/7/2026). 

Terduga pelaku R diduga menyerang aparat kepolisian saat hendak menangkap BIO dan BU di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026). 

Kapolres Dodik Hartono menyebut, pihaknya masih mendalami identitas pelaku dan perannya saat terjadi bentrok dengan aparat kepolisian. 

"R masih kami dalami," kata Dodik saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Minggu (6/7/2026). 

Kronologi Peristiwa

Sebelumnya, penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kelemei, berujung bentrok berdarah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Personel Satresnarkoba Polres Katingan berupaya menangkap dua terduga bandar sabu berinisial BI dan BU.

Saat petugas melakukan penggerebekan, pihak keluarga kedua terduga pelaku melakukan perlawanan. Mereka juga memprovokasi warga di sekitar lokasi hingga terjadi bentrokan.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur setelah diserang massa bersenjata tajam. 

Sementara seorang warga sipil berinisial TE (40), yang disebut merupakan keluarga salah satu target operasi, juga meninggal dunia. 

TE diduga terkena tembakan saat bentrokan berlangsung.

Dua personel yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang setelah diduga hanyut saat menyeberangi sungai untuk menghindari kepungan massa ditemukan meninggal dunia.

Di sisi lain, dua target operasi yakni BI dan BU berhasil melarikan diri dengan memanfaatkan situasi di lokasi kejadian.

(Kompas.com/Tribunnews.com/TribunKalteng.com/Tribun-Medan.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.