WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 73.090 warga Palestina dilaporkan meninggal dan 173.553 lainnya mengalami luka-luka dari genosida yang dilakukan Israel sejak Oktober 2023 lalu.
Situasi ini mendorong berbagai elemen masyarakat di Indonesia untuk terus menjaga solidaritas bagi rakyat Palestina.
Ketua Komnas Palestina Muhammad Syarief mengatakan, jumlah korban meninggal dan luka berpotensi terus bertambah seiring belum meredanya konflik di Jalur Gaza Palestina.
Baca juga: Salat Id di Masjid Agung Al Azhar, Jusuf Kalla Doakan Perdamaian Gaza
Hal itu diungkapkan Syarief saat kegiatan Run for Free Palestine 2026 di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026).
“Jadi yang per hari ini kami hitung sudah hari ke-1.002 dari genosida Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 sampai sekarang. Data terakhir dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, korban yang syahid 73.090 jiwa, yang luka-luka 173.553 jiwa. Ini kan artinya permasalahan ini belum selesai dan kami ingin terus menyuarakan itu," jelas Syarief.
Di sisi lain, Syarief turut menyoroti peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dinilai belum mampu memberikan langkah nyata untuk menghentikan konflik di Palestina.
Baca juga: Israel Tega Serang Gaza Saat Malam Takbiran, Warga Tetap Salat Id di Tengah Reruntuhan
Dia berujar, dunia internasional, khususnya negara-negara anggota OKI, tidak cukup hanya mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap serangan yang terus terjadi di Gaza.
"Kalau harapan kami, Indonesia ke depan memiliki perwakilan yang bisa berada di posisi strategis di OKI sehingga dapat lebih kuat menyuarakan kepentingan Palestina," ucapnya.
Syarief juga mengusulkan pembentukan pasukan perdamaian gabungan negara-negara anggota OKI untuk memberikan perlindungan kepada warga sipil di Gaza.
Syarief berkata, kehadiran pasukan tersebut bukan untuk memicu peperangan, melainkan memastikan masyarakat Palestina dapat hidup dengan aman di tengah konflik yang berkepanjangan.
“Kami sudah bosan dengan kecaman-kecaman, yang dibutuhkan sekarang adalah kekuatan yang nyata. Misalnya pasukan perdamaian gabungan dari seluruh anggota OKI untuk menjaga perdamaian. Itu yang dibutuhkan masyarakat Gaza," imbuhnya.
Baca juga: Dompet Dhuafa Hadirkan Kurban Unta hingga Sapi Raksasa, Siapkan Daging Kaleng untuk Palestina
Dia berharap solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui edukasi, penggalangan bantuan kemanusiaan, serta dukungan terhadap berbagai upaya yang mendorong terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Sebagai contoh kegiatan Run for Free Palestine digelar Komnas Palestina kali ini. Rutenya Masjid Agung Sunda Kelapa, Taman Suropati, Jalan Teuku Umar, Jalan HOS Cokroaminoto, Taman Menteng, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Ki Mangunsarkoro dan Masjid Agung Sunda Kelapa
Acara tersebut bukan sekadar olahraga bersama saja, melainkan sebagai upaya menjaga perhatian publik internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Melalui aksi tersebut, Komnas Palestina ingin menegaskan bahwa bangsa Indonesia tetap berdiri bersama Palestina sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.
Baca juga: Pakai Kefiyah Menlu Sugiono dan Dubes Palestina Jemput Relawan WNI Flotilla Gaza di Soetta
Kata dia, target acara ini adalah memberikan pesan kepada dunia bahwa Palestina tidak sendirian.
Bangsa Indonesia hadir bersama mereka, walaupun dalam beragam bentuk, di antaranya Komnas Palestina mengadakan Run for Free Palestine.
“Ini salah satu ikhtiar untuk terus menyuarakan perjuangan tersebut, sejalan dengan Pembukaan UUD 1945 yang menentang penjajahan," ujarnya.
Selain mengampanyekan solidaritas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penggalangan bantuan kemanusiaan.
Setiap peserta telah berkontribusi melalui donasi yang menjadi bagian dari pendaftaran, sementara panitia juga membuka donasi melalui QRIS dan penjualan merchandise.
Syarief mengatakan, bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui mitra kemanusiaan maupun secara langsung kepada masyarakat Palestina di kamp-kamp pengungsian.
Kegiatan Run for Free Palestine 2026 merupakan agenda perdana Komnas Palestina sejak organisasi tersebut berdiri pada 17 Juni 2026.
Acara yang berkolaborasi dengan Masjid Agung Sunda Kelapa, RISKA, dan ASN Runners itu diikuti sekitar 200 pendaftar.
Sekitar 150 peserta mengikuti lari secara langsung di Jakarta, sementara peserta dari sejumlah daerah, seperti Kalimantan dan Jawa Timur, turut berpartisipasi secara virtual sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
PEMBEBASAN PALESTINA - Suasana Run for Free Palestine 2026 yang digelar Komnas Palestina di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026). Mereka menyerukan pembebasan Palestina, karena sudah ada 73.090 korban meninggal dan 173.553 korban luka sejak diserang Israel pada Oktober 2023 lalu.