TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kulon Progo menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat kabupaten tahun 2026 pada Sabtu (04/07/2026) lalu. Pelaksanaan tahun ini berlangsung di Kapanewon Lendah sebagai tuan rumah.
Wakil Ketua I LPTQ Kulon Progo, Wahib Jamil menjelaskan seluruh rangkaian MTQ berlangsung selama sehari. Kegiatannya berupa berbagai perlombaan dengan ratusan peserta dari seluruh kapanewon.
"Tahun ini ada sebanyak 312 peserta dengan 13 cabang yang diperlombakan seperti Tartil, Tilawah, Tahfidz, hingga Khat Al-Quran," kata Wahib pada Minggu (05/07/2026).
Seluruh perlombaan berlangsung di SMA Negeri 1 Lendah sebagai lokasi pelaksanaan. Selain berbagai lomba, kegiatan juga diisi dengan penyerahan piala bergilir bagi juara umum MTQ tingkat kabupaten tahun ini.
Wahib mengatakan pelaksanaan MTQ tahun ini cukup berbeda dengan adanya pemberian penghargaan khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo. Penghargaan diberikan pada ahli waris dari 2 tokoh agama asal Lendah.
"Penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa kedua tokoh yang selama hidupnya telah menggerakkan pendidikan Al-Qur'an di wilayah Lendah," jelasnya.
Berdasarkan hasil perlombaan yang dilakukan, Lendah sebagai tuan rumah berhasil meraih Juara Umum dengan 14 juara. Menyusul Galur dengan 13 juara, Samigaluh dengan 9 juara, serta Panjatan dan Temon yang sama-sama meraih 8 juara lomba.
Tim Kafilah dari Lendah pun berhak membawa pulang Piala Bergilir MTQ tingkat kabupaten. Selain itu, mereka berkesempatan untuk mewakili Kulon Progo dalam lomba MTQ tingkat DIY pada 2027 mendatang.
Piala diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Jazil Ambar Was'an. Ia mengatakan MTQ merupakan wadah pembentukan karakter yang penuh akan nilai-nilai kehidupan.
"Sebab di dalam perlombaan MTQ ada nilai kejujuran, sportivitas, hingga perjuangan," kata Jazil.
Ia menilai MTQ juga menjadi wadah bagi para peserta yang sebagian besar anak-anak untuk membentuk mereka agar mampu bertanding dan bersaing. Mereka juga dibentuk untuk siap menghadapi tantangan di masa depan.
Jazil berharap esensi dari nilai-nilai luhur Al-Qur'an bisa benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya saat perlombaan MTQ. Para peserta pun bisa menjadi agen perubahan di masyarakat.
"MTQ tingkat kabupaten tahun 2026 ini diharapkan melahirkan Qari, Qariah, Hafiz dan Hafizah yang berkualitas dan menjadi generasi yang religius dan beradab," ujarnya.(alx)