TRIBUNKALTARA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Dini cuaca untuk periode Senin, 6 Juli 2026 hingga Selasa, 7 Juli 2026. Dalam rilis tersebut, wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diprakirakan akan dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama dua hari berturut-turut.
Berdasarkan Prakiraan Cuaca Kaltara, BMKG memberikan peringatan dini lantaran provinsi tersebut masuk dalam daftar wilayah berstatus Waspada pada awal pekan ini, baik untuk hari Senin maupun Selasa.
Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kaltara berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, luapan air sungai, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu jalannya aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Secara nasional, BMKG membagi tingkat risiko dampak hujan lebat ini ke dalam beberapa tingkatan untuk menjadi perhatian bersama.
Di level Waspada yang saat ini disandang Kaltara, hujan lebat berpotensi menimbulkan genangan, luapan air sungai, dan tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara untuk wilayah yang berada di level Siaga, hujan yang deras berpotensi menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur.
Baca juga: BMKG Sebut Cuaca Panas di Tarakan Dipengaruhi Kelembapan Udara Rendah, Bukan Gelombang Panas
Khusus warga Tarakan, wilayah rawan longsor dan tanah bergerak seperti Kelurahan Karang Harapan, Karang Anyar, Karang Anyar Pantai, dan Gunung Lingkas diminta waspada. Pasalnya, hujan disertai petir akan berlangsung selama tiga jam mulai dini hari nanti. BMKG mencatat, wilayah tersebut akan mulai diguyur hujan sejak pukul 02.00-05.00 Wita.
Wilayah Kabupaten Nunukan juga waspada potensi hujan yang datang dini hari nanti. Sedangkan di Tanjung Selor, hujan baru datang pukul 14.00-17.00 Wita.
Adapun di level Awas, hujan ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi berskala luas yang dapat menyebabkan terhentinya layanan publik, kerusakan infrastruktur secara signifikan, serta membahayakan keselamatan masyarakat.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan informasi cuaca, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan status Siaga maupun Waspada.
Warga di wilayah Kalimantan Utara diharapkan tidak lengah dan tetap mengantisipasi segala kemungkinan dampak di lapangan, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan perbukitan.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan Peringatan Dini terbaru melalui kanal resmi BMKG," tulis lembaga tersebut dalam rilis resminya.
BMKG juga menambahkan bahwa informasi cuaca yang diperbarui secara berkala dapat menjadi acuan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan dampaknya di masing-masing daerah.
SIAGA (Hujan Lebat–Sangat Lebat):
WASPADA (Hujan Sedang–Lebat):
Angin Kencang:
SIAGA (Hujan Lebat–Sangat Lebat):
Bengkulu
WASPADA (Hujan Sedang–Lebat):
Angin Kencang:
(*)