Kebun Kelapa Sawit Warga di Lapang Aceh Barat Hangus Terbakar
Saifullah July 06, 2026 01:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Barat. 

Kali ini, api membakar kawasan perkebunan warga di Ujong Beurasok, Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu (5/7/2026).

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 0,5 hektare, yang didominasi tanaman kelapa sawit milik masyarakat. 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga mengenai munculnya kobaran api di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan, laporan awal diterima oleh petugas pada Minggu siang. 

Informasi dari masyarakat menyebutkan api terlihat membakar lahan perkebunan di kawasan Ujong Beurasok, sekitar pukul 13.30 WIB.

“Laporan dari masyarakat kami terima sekitar pukul 13.35 WIB,” ujar Plt Kalak BPBD. 

“Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung menindaklanjutinya dengan mengerahkan personel dan armada ke lokasi kejadian,” kata Teuku Ronal Nehdiansyah kepada Serambinews.com, Minggu (5/7/2026).

Baca juga: BNPB Tabur Garam di Langit Nagan untuk Picu Turun Hujan, Karhutla Sudah Capai 95 Ha

Menurutnya, BPBD Aceh Barat menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Induk BPBD untuk melakukan penanganan di lokasi. 

Selain armada pemadam, sejumlah personel juga dikerahkan dengan membawa peralatan pendukung guna mengendalikan api agar tidak menjalar ke area perkebunan lain.

Petugas menghadapi kondisi lahan yang cukup rentan membuat api cepat merambat. 

Karena itu, upaya pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memusatkan penyemprotan air pada titik-titik api yang masih aktif.

Sekaligus membasahi area di sekitar lokasi kebakaran sebagai langkah pencegahan.

“Tim di lapangan melakukan pemadaman dan pendinginan di area yang terbakar. Prioritas utama kami adalah mencegah api meluas ke lahan masyarakat lainnya,” ujar Teuku Ronal.

Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. 

Namun, BPBD Aceh Barat belum langsung menarik seluruh personel dari lokasi. 

Petugas masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam tanah maupun di tumpukan vegetasi kering.

Pemantauan pascakebakaran dinilai penting karena api dapat kembali muncul apabila masih terdapat bara di bawah permukaan lahan. 

Terlebih, cuaca panas dan kondisi tanaman kering dapat meningkatkan risiko api kembali menyala serta merambat ke kawasan sekitar.

“Untuk kondisi saat ini api telah berhasil dipadamkan. Meski begitu, petugas masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada lagi potensi api muncul kembali,” jelasnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD Aceh Barat melibatkan personel dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau Pusdalops, Piket Regu 1, serta unsur BPBD Aceh Barat. 

Seluruh personel bekerja bersama melakukan pemadaman, pendinginan, dan pengawasan di sekitar lokasi.

Hingga Minggu sore, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. 

Kebakaran hanya dilaporkan berdampak pada lahan perkebunan kelapa sawit warga dengan luas sekitar setengah hektare.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan mulai mengering. 

Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka atau membersihkan kebun karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

Masyarakat yang melihat titik api, asap tebal, atau aktivitas pembakaran di kawasan perkebunan dan lahan kosong diminta segera melaporkannya kepada petugas. 

Pelaporan cepat dinilai sangat membantu agar pemadaman dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.