TRIBUN-MEDAN.com - Misteri kehilangan nenek Hemin Lasih Silalahi akhirnya terugkap. Warga Kecamatan Gunung Malela ini sempat dilaporkan hilang pada Sabtu (27/6/2026).
Polisi beserta warga melakukan pencarian selama ini.
Tepat sepekan dilaporkan hilang, nenek Hemin Silalahi ditemukan tewas di parit perkebunan sawit tepatnya di Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat, pada Sabtu (4/7/2026)
Polres Simalungun melakukan olah TKP untuk memastikan kematian Hermin Silalahi.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengungkapkan jasad Hermin ditemukan oleh warga bernama Wahyu Apriansyah, seorang pegawai di Pemerintahan Nagori Pamatang Silampuyang.
Dia mencium bau tidak sedap saat mengumpulkan tangkos sawit di area perkebunan.
“Saksi Wahyu Apriansyah menerangkan bahwa dirinya mencium bau busuk dan langsung teringat pada warganya yang telah dilaporkan hilang sejak 27 Juni 2026. Setelah ditelusuri, sumber bau tersebut ternyata berasal dari dalam parit gajah, di mana ditemukan sesosok mayat yang telah membusuk,” ucap AKP Verry Purba.
Baca juga: BUKAN Volume Kendaraan Meningkat, Penyebab Kemacetan di Jalur Berastagi Karena Ada Gangguan 7 titik
Baca juga: INGIN Selamatkan Barang Berharga, Kakek Sumarnak Terjebak di Rumahnya yang Terbakar, Kini Dirawat
Menurutnya, setelah penemuan tersebut, Wahyu Apriansyah segera melaporkan kepada Gamot I Nagori Pamatang Silampuyang, Ahmad Bilal, yang kemudian turut mendatangi lokasi dan menghubungi pihak keluarga korban.
“Gamot I Ahmad Bilal langsung menghubungi keluarga yang sebelumnya telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Selanjutnya keluarga korban, Saljun Berutu, yang merupakan cucu dari korban, datang ke lokasi dan mengenali pakaian serta tas yang digunakan oleh jasad tersebut sebagai milik neneknya, Hermin Lasih Silalahi,” ungkap AKP Verry Purba.
Ia menambahkan, begitu menerima informasi tersebut, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan bersama personel langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Personel langsung mengamankan lokasi kejadian, mencari keterangan dari para saksi, serta berkoordinasi dengan Sat Reskrim dan Tim Inafis Polres Simalungun.
Olah TKP turut disaksikan oleh Pemerintah Nagori dan Babinsa setempat,” jelas AKP Verry Purba.
Setelah proses olah TKP selesai dilaksanakan, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Djasamen Saragih guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis.
“Pihak keluarga almarhum menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi,” tutur AKP Verry Purba.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan pihak medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil visum luar menyatakan tidak dijumpai adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban. Situasi di lokasi kejadian maupun di tengah masyarakat dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif,” tegas AKP Verry Purba.
Hilang Sejak Pulang Pesta
Sebelumnya Hermin Lasih Silalahi dikabarkan sudah hilang hampir seminggu. Ia hilang sejak pulang dari pesta.
Korban sempat terlihat jalan kaki sendirian. Saat itu ia menghadiri sebuah pesta di kampungnya yang berjarak sekira 300 meter dari rumahnya.
Pada pukul 08.00 WIB korban dikabarkan hendak pulang ke rumah, juga dengan berjalan kaki sendirian.
Namun sejak saat itu, nenek Hermin belum juga pulang dan hilang.
Laporan kehilangan Hermin tercatat dengan nomor LP/03/VI/2026/SU/Simal-Sek Gunung Malela, yang dilaporkan oleh anak kandung korban pada Senin, 29 Juni 2026, sekira pukul 17.40 WIB.
(alj/tribun-medan.com)