Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh sejak 5-7 Juli 2026.
Prakirawan BMKG, Muhammad Niza Andria menjelaskan, Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang menjadi daerah yang berpotensi mengalami angin kencang pada awal pekan, Senin (6/7/2026). Kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya gelombang atmosfer Kelvin di wilayah Aceh. Selain itu, adanya daerah belokan angin dan konvergensi turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. "Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh," ujar Niza saat dihubungi, Minggu (5/7/2026).
Selain potensi angin kencang, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Pada 6 Juli 2026 berpotensi terjadi di Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.
Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini 5 Juli 2026: Naik atau Turun? Cek Harga per Mayamnya
BMKG juga mengeluarkan prakiraan cuaca maritim untuk Perairan Sabang-Banda Aceh. Kecepatan angin diperkirakan berkisar 10 hingga 17 knot dengan hembusan angin sesaat (gust) mencapai 29 knot pada 6 Juli 2026. Tinggi gelombang signifikan berada pada kisaran 1,4 hingga 1,7 meter atau masuk kategori sedang.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca yang dapat berubah secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intens pada siang hari. "Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor," ujar Niza.
Di sisi lain, BMKG mencatat sebanyak sembilan titik panas di Aceh, mulai dari Trumon Aceh Selatan, Danau Paris Aceh Singkil, Leuser Aceh Tenggara, Muara Satu Lhokseumawe, hingga Rundeng Subulussalam.(*)