Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pasokan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kini telah terpenuhi secara berkala.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar pokok harian warga yang dilanda kekeringan hingga menyebabkan sumber air utama mereka mengering.
"Memasuki musim kemarau, bencana kekeringan yang berdampak pada air bersih mulai terjadi di sejumlah wilayah. Penanganan segera dilakukan oleh BPBD setempat berkoordinasi dengan jajaran pemerintah desa," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono menjadi salah satu wilayah prioritas pengiriman air bersih di Semarang, setelah sebelumnya, Sabtu (4/7), warga setempat melaporkan terdampak kekeringan.
Untuk itu, tim dari BPBD Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan air bersih sebanyak dua mobil tangki dengan kapasitas total mencapai 10.000 liter untuk warga di Dusun Ngoho, Desa Kemitir.
Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi jumlah tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan harian sedikitnya 60 kepala keluarga (KK) atau mencakup total 84 jiwa penduduk setempat.
Abdul menambahkan hal serupa juga dilakukan di Kabupaten Pasuruan. Dalam hal ini distribusi air bersih difokuskan pada dua titik wilayah yang mengalami dampak kekeringan terparah, yakni kawasan Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok, Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan.
Bahkan, tim BPBD Pasuruan melakukan pengiriman sebanyak empat rit menggunakan mobil tangki ataupun tandon air berkapasitas lebih dari 1.000 liter untuk memenuhi kebutuhan sedikitnya 240 KK warga setempat.
"Penanganan darurat dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," kata Abdul.





