JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Harry Kane dijelaskan mengapa Lionel Messi atau Kylian Mbappe kemungkinan besar akan mengalahkannya untuk memperebutkan Ballon d’Or 2026, meskipun penyerang tim nasional Inggris dan Bayern Munich itu dianggap sebagai pemenang yang pantas oleh Jamie Carragher.
Jamie Carragher meyakini bahwa Harry Kane pantas memenangkan Ballon d’Or 2026 berdasarkan penampilannya selama setahun terakhir. Namun, mantan bek Liverpool itu berpendapat bahwa penghargaan tersebut kemungkinan akan jatuh ke tangan Lionel Messi atau Kylian Mbappe jika Argentina atau Prancis berhasil menjuarai Piala Dunia, yang akan membuat kapten Inggris berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.
Carragher menjelaskan tantangan Kane untuk Ballon d’Or
Kane terus menunjukkan dirinya sebagai salah satu pencetak gol paling produktif di dunia sepak bola. Meskipun tampil konsisten, Carragher menilai bahwa statistik individu saja mungkin tidak cukup untuk mengamankan Ballon d’Or 2026. Dalam tulisannya untuk The Telegraph, Carragher berpendapat bahwa penghargaan tersebut sering kali ditentukan oleh performa di kompetisi terbesar sepak bola. Dengan Piala Dunia 2026 yang masih berlangsung, ia percaya bahwa kesuksesan di ajang internasional bisa menjadi faktor penentu siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang.
Carragher menyoroti keunggulan Messi dan Mbappe
Carragher percaya Kane memiliki kualitas untuk memenangkan Ballon d’Or, namun ia menyebut bahwa persaingan untuk penghargaan tahun 2026 akan sangat dipengaruhi oleh reputasi dan pencapaian Lionel Messi serta Kylian Mbappe. Ia menilai bahwa performa di Piala Dunia dan tahap akhir Liga Champions sering kali memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan dengan catatan gol di kompetisi domestik.
“Berdasarkan 12 bulan terakhir, Kane seharusnya memenangkan Ballon d’Or,” ujar Carragher. “Sayangnya, kemungkinan besar ia tidak akan mendapatkannya karena di tahun Piala Dunia penghargaan itu hampir selalu diberikan kepada pemain bintang dari tim juara. Meskipun saya ingin percaya Inggris masih bisa memenangkannya, tidak ada bukti yang mendukung pendapat itu, terutama setelah performa mereka belakangan ini.
“Jika Argentina mempertahankan gelarnya, Messi akan memenangkan Ballon d’Or. Jika Prancis menjuarai kompetisi, salah satu pemain kunci mereka akan mendapatkannya. Rekan setim Kane di Bayern, Michael Olise, merupakan pesaing kuat, dan meskipun bagi standar Kylian Mbappe tahun ini terasa mengecewakan di level klub, hal itu akan terlupakan ketika dibandingkan dengan penampilannya yang luar biasa di Piala Dunia.”
Warisan Kane melampaui jumlah trofi
Carragher percaya bahwa posisi Kane di antara para pemain terhebat Inggris tidak seharusnya diukur hanya dari jumlah medali. Ia juga meyakini bahwa sang penyerang telah melampaui perbandingan dengan Alan Shearer, Gary Lineker, dan Wayne Rooney berkat ketahanannya serta kemampuannya beradaptasi tanpa kehilangan ketajamannya sebagai salah satu penyerang paling klinis di dunia sepak bola.
“Peluang Kane untuk dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa Inggris akan sering diabaikan kecuali ia meraih kesuksesan besar bersama The Three Lions,” tambah Carragher. “Namun kenyataannya, konsistensinya di masa ketika Inggris tertinggal jauh dari tim-tim elit justru memperlihatkan mengapa pada akhir kariernya ia bisa berdiri di level yang berbeda.”
“Beberapa tahun lalu orang bertanya di mana posisi Kane dalam daftar penyerang hebat Inggris, bersama Alan Shearer, Gary Lineker, dan Wayne Rooney. Kini perdebatan itu sudah tak relevan lagi baginya.”
Kesuksesan di Piala Dunia dapat menentukan warisan Kane
Performa individu Kane membuatnya tetap menjadi kandidat kuat untuk penghargaan individu tertinggi di sepak bola, namun Carragher meyakini bahwa peluangnya untuk meraih Ballon d’Or bergantung pada sejauh mana Inggris mampu melangkah di Piala Dunia. The Three Lions kini tengah bersiap menghadapi Meksiko di babak 16 besar, dan Kane diperkirakan akan memimpin lini serang Inggris dalam upaya mereka untuk merebut satu tempat di perempat final.