Sosok Aiptu Sumariyanto, Polisi Katingan Ditemukan di Sungai Setelah Hilang saat Gerebek Bandar Sabu
Rusaidah July 06, 2026 01:21 AM

 

POSBELITUNG.CO – Anggota kepolisian yang hilang pasca insiden penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei ditemukan.

Operasi pencarian terhadap anggota kepolisian yang hilang pasca insiden berdarah penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei resmi berakhir.

Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Sumariyanto, personel terakhir yang dicari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) pagi.

Diketahui, Aiptu Sumariyanto menjabat sebagai PS Kanit 2 Satresnarkoba Polres Katingan.

Gugurnya Aiptu Sumariyanto menambah daftar panjang bhayangkara yang gugur dalam tugas pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Katingan, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Biodata Bripda Nopandri Polisi Katingan Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba Ditemukan Tewas di Sungai

Penemuan jasad Aiptu Sumariyanto dibenarkan langsung oleh Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono.

Aliran Sungai Katingan yang deras membawa jasad sang sersan hingga ke wilayah hilir.

“Sudah (ditemukan), di Rantau Asem, tadi pagi,” ujar Dodik saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

Dengan ditemukannya jasad Aiptu Sumariyanto, AKBP Dodik Hartono menyatakan bahwa operasi pencarian besar-besaran yang dilakukan oleh tim SAR gabungan resmi ditutup.

Seluruh personel yang sebelumnya dinyatakan hilang kini telah dievakuasi.

Aiptu Sumariyanto merupakan bagian dari tim Satresnarkoba Polres Katingan yang melakukan penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Operasi tersebut berujung pada bentrokan hebat setelah pihak keluarga target operasi melakukan perlawanan brutal kepada petugas.

Sehari sebelumnya, Bripda Nopandri juga ditemukan meninggal dunia di Sungai Katingan.

Baca juga: Rekam Jejak dan Harta Syah Afandin Bupati Langkat Diciduk OTT KPK saat Jamuan Makan Durian

Penemuan jasad Aiptu Sumariyanto dibenarkan oleh Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi awak media.

Ia menyebutkan bahwa jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan di Sungai Katingan yang sudah masuk Desa Rantau Asem.

“Sudah (ditemukan), di Rantau Asem, tadi pagi,” beber Dodik saat dikonfirmasi Kompas.com dari Palangka Raya, Minggu.

Dodik menyatakan bahwa dengan telah ditemukannya jenazah Aiptu Sumariyanto, maka operasi pencarian terhadap dua anggota Polri yang hilang di Sungai Katingan resmi ditutup.

Bripda Nopandri, korban pertama yang ditemukan, sebelumnya dilaporkan hilang bersama Aiptu Sumariyanto setelah operasi Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berujung insiden berdarah.

Dalam peristiwa itu, Aipda Yudhi Perdana Putra lebih dulu ditemukan gugur dalam tugas.

Sementara dua personel lainnya dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim gabungan.

Penemuan jasad Bripda Novandri menambah duka jajaran kepolisian di Kalimantan Tengah.

Jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Kasongan.

Bripda Nopandri kemudian dimakamkan secara kedinasan pada Minggu (5/7/2026).

POLISI GUGUR - Bripda Nopandri Ramadhan dan Aiptu Sumariyanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) pagi gugur dalam tugas pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Katingan, Kalimantan Tengah. 
POLISI GUGUR - Bripda Nopandri Ramadhan dan Aiptu Sumariyanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) pagi gugur dalam tugas pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Katingan, Kalimantan Tengah.  (Dok istimewa/Instagram/diskominfosantikkalteng/Istimewa IG Emergency response plk)

Meski satu personel telah ditemukan, operasi pencarian belum selesai. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu personel lainnya yang belum ditemukan.

Baca juga: Segini Harta Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Tersangka Baru Kasus MBG yang Punya Tanah Rp1 Miliar 

Penyisiran masih dilakukan di aliran Sungai Katingan dan titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi penemuan.

Peristiwa ini bermula dari operasi penindakan dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Operasi tersebut kemudian berubah menjadi insiden berdarah.

Satu anggota kepolisian gugur, dua anggota hilang, dan aparat kemudian melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap petugas.

Dalam perkembangan penyidikan, tim khusus Polda Kalteng sebelumnya telah mengamankan satu orang terduga pelaku.

Sosok Aiptu Sumariyanto 

Jenazah Aiptu Sumariyanto dibawa ke rumah duka setelah dilakukan proses forensik di RS Bhayangkara, Palangka Raya.

Saat ambulans berangkat meninggalkan rumah sakit, belasan rekan satu leting Aiptu Sumariyanto, berjejer melepas kepergian teman seangkatan yang gugur saat bertugas.

Ketika ambulans melintas di depan mereka, anggota Polri angkatan 2000 yang bertugas di beberapa tempat di Kalteng itu memberi penghormatan terakhir untuk Aiptu Sumariyatno.

Keberangkatan ambulans menuju rumah duka, juga diiringi rombongan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Sebelum berangkat, Iwan bersama keluarga, mendatangi kerabat Aiptu Sumariyanto sekaligus mengantar jenazahnya ke ambulans.

Di mata rekan-rekan seangkatannya, Aiptu Sumariyanto merupakan sosok yang mudah bergaul.

Satu di antara rekan satu leting, AKP Miftah Khoiri ingat betul kenangan saat masih menjalani masa pendidikan anggota Polri dengan Aiptu Sumariyanto.

"Selama di mes, kumpul sama kita ya bergaul dengan baik," ujar Miftah.

Baca juga: Nasib Brigadir Rizka, Polwan Divonis 10 Tahun Habisi Suaminya Brigadir Esco Pakai Cobek dan Panci

Miftah mengatakan, kenangan yang paling melekat bersama Aiptu Sumariyanto, adalah almarhum sangat rajin dalam mengerjakan tugas.

"Sama teman-temannya juga akrab. Kita selalu bersama-sama kalau ada kegiatan, sudah kompak, terbiasa gotong royong," ucapnya.

Setelah mendapat kabar rekan satu letingnya itu gugur saat bertugas, Miftah merasa kehilangan.

"Karena beliau juga sosok teman yang sangat baik, teman akrab," ujarnya.

Kronologi Peristiwa

Sebagai informasi, operasi penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu yang berujung bentrok itu terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Kamis (2/7/2026) dini hari. 

Saat itu, keluarga target operasi diduga memberi perlawanan kepada aparat, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah personel Satresnarkoba Polres Katingan terpaksa mengamankan diri dengan menyeberangi sungai. 

Adapun korban meninggal dunia dalam bentrok itu yakni Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra dan keluarga target operasi Teriyo (40). 

POLISI GUGUR – Bripda Nopandri Ramadhan, personel Polres Katingan yang gugur usai insiden penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
POLISI GUGUR – Bripda Nopandri Ramadhan, personel Polres Katingan yang gugur usai insiden penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. (Dok. Humas Polres Katingan)

Sedangkan dua personel Satrenarkoba Polres Katingan sempat hilang yaitu Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto.  

Kedua personel Polri itu telah ditemukan meninggal dunia di sungai. Berdasarkan video yang beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan, terlihat ada luka pada kedua jenazah tersebut. Namun, kepolisian masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil forensik.

Bripda Nopandri ditemukan lebih dulu pada Sabtu (4/7/2026).  

Jenazahnya telah dimakamkan pada Minggu (5/7/2026) di Katingan setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara dan ditangani tim forensik.

Sementara itu, jenazah Aiptu Sumariyanto ditemukan di DAS Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Minggu (5/7/2026).

Kepolisian masih menunggu hasil forensik terkait penyebab kematian, termasuk potensi adanya luka sajam.

(Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi/Kompas.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.