Laporan wartawan TribunJatim.com, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kader desa diharapkan lebih mendapatkan perhatian dari NU.
Itu seperti yang disampaikan oleh KH Mulyadi dalam Musker PCNU Gresik.
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik menggelar musyawarah kerja (Masker) ke III, di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussalam, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu (5/7/2026).
Para kader diharapkan perhatikan kader di Desa dan generasi muda.
Ketua PCNU Gresik Kiai H. Mulyadi berpesan, pengurus PCNU diharapkan memperhatikan masyarakat di tingkat Desa dan selalu memperhatikan generasi muda yang berkembang dengan teknologi informasi yang luar biasa.
Menurut Kiai H. Mulyadi, kerukunan masyarakat harus perhatikan, sehingga pengurus NU diharapkan memperhatikan masyarakat di Desa, bagaimana perkembangan ekonominya, sehingga tetap terjalin persaudaraan dan kerukunan.
Baca juga: Demokrasi Harus Bermartabat, PCNU Surabaya Minta Aspirasi Disampaikan Tanpa Kekerasan
"Perhatikan kondisi ranting-ranting, sebab mereka adalah pondasi kader NU. Sehingga, tetap terjalin persaudaraan dan kerukunan," kata Kiai Mulyadi.
Selain itu, Kiai Mulyadi juga menegaskan bahwa sejak selama ini, NU diciptakan untuk mewujudkan ketenangan di masyarakat. "Apapun yang terjadi di negeri ini, kita dianjurkan menjaga ketentraman," katanya.
Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, selama ini PCNU Gresik telah banyak berkontribusi terhadap Pemerintah.
"Pemkab Gresik tidak bisa sendirian membangun Gresik, peran serta ulama dan PCNU Gresik sangat diperlukan Pemerintah dan masyarakat," kata Bupati Yani yang akrab disapa Gus Yani.
Lebih lanjut Gus Yani berharap, dari masyarakat kerja ini bisa menghasilkan keputusan yang bisa menciptakan kemaslahatan umat. "Musyawarah kerja menjadi titik temu dalam menentukan kebijakan dan kemaslahatan umat," katanya.
Informasi lengkap dan menrik lainnya baca di TribunJatim.com