Duduk Perkara Video Pertengkaran Dua Kubu di Keraton Solo, Diduga Berebut Karpet Merah untuk Upacara
Vincentius Jyestha Candraditya July 06, 2026 11:31 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Video pertengkaran yang melibatkan dua kubu di Keraton Kasunanan Solo, di Kota Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial pada Minggu (5/7/2026).

Insiden itu diduga dipicu perebutan karpet merah yang akan digunakan dalam persiapan upacara adat Wilujengan Hajad Dalem Parangkusumo, hingga membuat pelaksanaan acara mundur sekitar satu jam.

CEKCOK KERATON - Tangkapan layar video viral pertengkaran terjadi antara dua kubu Raja Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo, di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (5/7/2026).
CEKCOK KERATON - Tangkapan layar video viral pertengkaran terjadi antara dua kubu Raja Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo, di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (5/7/2026). (TribunSolo.com/ISTIMEWA)

Dalam video yang beredar, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, terlihat terlibat adu mulut dengan seorang perempuan yang belakangan diketahui sebagai Bupati Estri Anna Mujirahayu.

Keduanya tampak saling menarik karpet merah yang telah disiapkan sebagai alas upacara adat.

Sementara di belakang mereka, beberapa orang terlihat membereskan perlengkapan lainnya.

Tak lama kemudian, Ketua Eksekutif LDA KPH Eddy Wirabhumi yang juga suami Gusti Moeng berupaya melerai pertengkaran. Di lokasi yang sama juga terlihat GKR Sekarjati atau Gusti Devi Leylana Dewi, kakak Pakubuwono XIV Purboyo, yang ikut merekam kejadian tersebut.

Persiapan Upacara Berujung Adu Mulut

Juru bicara Pakubuwono XIV Purboyo, KPA Singonagoro, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula ketika Bupati Estri Anna tengah menyiapkan perlengkapan Wilujengan Hajad Dalem Parangkusumo di Sasana Parasediyo sekitar pukul 09.30 WIB.

“Sebetulnya dari pagi sudah ada slentinfan-slentingan bahwa termasuk salah satunya Gusti Moeng itu tidak akan membukakan pintu Kamandungan. Akhirnya puncaknya sekira pukul 09.30 WIB, Mbak Anna, Bupati Estri-nya Sinuhun itu mau menatap sajen dan juga tempat untuk Wilujengan Hajad Dalem Parangkusumo,” ungkap Singonagoro.

Baca juga: Viral Video Pertengkaran di Keraton Solo, Dua Kubu Saling Adu Mulut saat Persiapan Upacara Adat

Ia mengatakan, saat itulah Anna bertemu dengan Gusti Moeng hingga terjadi adu mulut seperti yang terekam dalam video.

“Di situ, Mbak Anna ketemu dengan Gusti Moeng dan Gusti Moeng sesuai dengan di video itu sempat ngata-ngatain segala macam itu, terus sempat ngosak-asik karpet yang mau dipakai Wilujengan di Sasana Parasediyo,” lanjutnya.

Menurut Singonagoro, situasi memanas karena Bupati Estri Anna merasa kesal setelah persiapan upacara terganggu.

“Memang dari pihak kita itu tidak pernah ngrusuhi mereka atau menghalang-halangi acara mereka. Lha tiba-tiba Gusti Moeng kembali berulah seperti itu akhirnya mbak Anna juga jengkel dan sempat adu mulut berdebat di situ dan akhirnya mbak Anna sempat memanggil Kanjeng Wira (KPA Eddy Wirabhumi) untuk nuturi istrinya agar tidak melakukan hal-hal seperti itu. Akhirnya Gusti Moeng dan Kanjeng Wira diajak turun itu,” urainya.

Upacara Molor Satu Jam

Singonagoro menyebut keributan tersebut berdampak langsung pada jalannya prosesi adat.

“Ya acaranya sempat tertunda, kurang lebih kita molor sampai satu jam dari jam yang ditentukan. Jadi kita agak siangan berangkatnya ke Pantai Parangkusumo akhirnya,” sebut Singonagoro.

Selain itu, rombongan abdi dalem yang hendak berangkat menuju Pantai Parangkusumo disebut tidak dapat melintasi pintu utama Kori Kamandungan dan harus menggunakan jalur lain.

Baca juga: Dulu Sekolah Elit Kerabat Keraton Solo, Kini SD Kasatriyan Kesulitan Cari Murid : Baru Dapat 4 Orang

“Kami tidak dibukakan pintu Kamandungan tengah, seperti yang sudah-sudah itu kan kami biasanya kan memang kalau utusan dalem itu kan harus lewat pintu yang tengah. Akhirnya kita lewat samping, karena pada prinsipnya kita kan mau menjaga marwah Keraton. Jadi kami tadi menyayangkan dengan adanya sikap Gusti Moeng yang terus-terusan dengan kita,” katanya.

Singonagoro juga membenarkan GKR Sekarjati sempat terlibat adu mulut dalam insiden tersebut.

“Iya tadi Gusti Kanjeng Ratu Sekarjati ada di situ. Memang bersama-sama dengan Mbak Anna mengurusi itu, dan tadi sempat adu mulut,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Singonagoro menyayangkan sikap Gusti Moeng yang dinilai tidak mencerminkan seorang tokoh adat di lingkungan Keraton Solo.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.