BBKSDA Riau Rawat Gajah Betina Berusia 60 Tahun, Kondisinya Membaik Meski Fungsi Organ Menurun
Firmauli Sihaloho July 06, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kembali melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) betina berusia sekitar 60 tahun di kawasan kantong gajah Tesso Tenggara, Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Pemeriksaan dilakukan bersama tim medis PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai bagian dari pemantauan rutin terhadap satwa liar yang telah lama hidup secara soliter atau terpisah dari kelompoknya.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suhartono, mengatakan bahwa gajah tersebut sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif pada Juli 2025. Saat itu kondisinya cukup memprihatinkan karena tubuhnya kurus, lemah, tidak mampu berjalan jauh, mengalami gangguan saluran pencernaan, dehidrasi, prolaps anus, serta kondisi gigi yang sudah aus akibat faktor usia.

"Setelah mendapatkan penanganan medis tahun lalu, kondisi gajah menunjukkan perkembangan yang baik. Satwa kembali aktif bergerak dan menjauh dari kawasan hutan tanaman industri," kata Suhartono.

Dalam beberapa bulan terakhir, keberadaan gajah itu beberapa kali terpantau berada di sekitar kebun masyarakat. Satwa memilih sumber pakan yang lebih lunak, seperti ubi kayu, batang pisang, rumput, umbut, dan tanaman sawit muda.

Namun, kemunculan gajah tersebut juga memunculkan kekhawatiran warga.

Banyak laporan menyebutkan satwa itu diduga sedang sakit karena mengeluarkan feses kasar, sesekali mengalami diare, serta mengeluarkan aroma tidak sedap dari tubuhnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim medis BBKSDA Riau yang dipimpin drh. Rini Deswita bersama tim PT RAPP langsung melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh di lapangan.

Menurut drh. Rini, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi gajah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali ditangani pada Juli tahun lalu.

Baca juga: Laporan Warga Berbuah Penertiban, Polisi Bakar Stingkai PETI di Belakang Masjid

Baca juga: Badai Hukum di Kuansing Belum Reda, Giliran Rumah Kadisbunnak Kuansing Digeledah KPK

"Saat ditemukan di areal HTI Estate Ukui RAPP, gajah dalam kondisi lincah, agresif, dan cenderung menyerang apabila didekati manusia. Selama proses pembiusan pun gajah tetap berada dalam posisi berdiri," ujarnya.

Tim medis memperkirakan berat badan gajah kini mencapai sekitar 2.600 kilogram, dengan lingkar dada 340 sentimeter dan tinggi badan sekitar 230 sentimeter. Secara umum, kondisi tubuhnya berada pada kategori sedang serta tidak ditemukan adanya luka maupun cedera.

Meski demikian, pemeriksaan masih menemukan beberapa gangguan yang berkaitan dengan faktor usia. Gajah mengalami penurunan fungsi otot anus sehingga proses pengeluaran feses menjadi kurang sempurna. Kondisi itu menyebabkan feses sering tertinggal di anus dan menimbulkan aroma tidak sedap.

Selain itu, gigi gajah yang telah aus membuat proses mengunyah pakan berserat kasar tidak lagi optimal. Akibatnya, satwa lebih memilih makanan yang bertekstur lunak seperti ubi, rumput, umbut, dan batang pisang.

Untuk menjaga kondisi kesehatannya, tim medis memberikan terapi berupa obat-obatan suportif dan cairan infus. Penanganan tersebut dilakukan agar kondisi fisiologis satwa tetap stabil.

Secara keseluruhan, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan gajah berada dalam keadaan baik dan stabil. BBKSDA Riau memastikan pemantauan akan terus dilakukan mengingat usia gajah yang sudah lanjut sehingga penurunan fungsi beberapa organ merupakan proses biologis yang wajar.

"Selama nafsu makan tetap baik, kondisi tubuh terjaga, dan tidak mengalami stres, gajah ini diharapkan masih dapat bertahan hidup dan menjalani kehidupannya secara alami di habitatnya," jelas drh. Rini.

BBKSDA Riau juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian gajah Sumatra dengan melindungi habitatnya, tidak melakukan perburuan maupun perdagangan satwa liar, serta segera melaporkan kepada petugas atau Call Center BBKSDA Riau apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan penanganan. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.