SRIPOKU.COM- Kementerian Pertanian terus mengakselerasi pencapaian swasembada pangan melalui Gerakan Tanam Serempak pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 50.000 hektare yang dilaksanakan serentak di 25 provinsi.
Di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, SMK-PP Negeri Sembawa mengambil peran strategis dengan mengawal langsung pelaksanaan tanam di Desa Sukamaju, Kecamatan Sungai Rotan, Jumat (3/7/2026).
Pelaksanaan tanam di lokasi memanfaatkan teknologi drone penebar benih pada lahan seluas 2 hektare. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi menuju pertanian modern (smart farming) yang mampu meningkatkan kecepatan tanam, efisiensi penggunaan tenaga kerja, serta mendukung peningkatan produktivitas lahan sawah baru.
Kegiatan dibuka secara virtual oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
Hadir di lokasi Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim, unsur TNI, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, serta para petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.
"Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama jika ingin melompat menjadi lumbung pangan dunia. Penggunaan teknologi seperti drone, mekanisasi, dan pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan adalah kunci utama untuk mempercepat produksi, menekan biaya, dan memastikan program Cetak Sawah Rakyat berhasil secara berkelanjutan," tegas Amran.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa keberhasilan swasembada pangan ditentukan oleh percepatan tanam yang dikawal secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan.
"Percepatan tanam harus terus dikawal. Penyuluh pertanian bersama Brigade Pangan harus memastikan lahan yang telah siap segera ditanami agar menghasilkan produksi yang optimal. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini," ujar Santi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa perguruan tinggi dan sekolah vokasi di bawah Kementerian Pertanian memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi dan teknologi langsung kepada petani.
Menurutnya, keterlibatan SMK-PP Negeri Sembawa dalam Gerakan Tanam Serempak merupakan implementasi nyata peran pendidikan vokasi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui pendampingan teknis, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Melalui pendampingan tersebut, SMK-PP Negeri Sembawa memberikan edukasi kepada Brigade Pangan dan petani mengenai penerapan mekanisasi, penggunaan drone pertanian, serta pengelolaan budidaya pada lahan Cetak Sawah Rakyat agar mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dan berkelanjutan.
Sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan institusi pendidikan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi padi nasional sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Muara Enim sebagai salah satu sentra pangan strategis di Sumatera Selatan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia.