SRIPOKU.COM - Memasuki tahun ajaran baru, persiapan matang sangat dibutuhkan oleh siswa kelas 11 SMA dalam menguasai materi pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka.
Pada materi Bab 1 yang bertajuk "Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia", siswa diajak untuk mendalami teks argumentasi.
Fokus pembelajaran pada jenjang ini adalah menganalisis struktur teks argumentasi (pendahuluan/tesis, tubuh argumen/pembuktian, kesimpulan), membedakan fakta dan opini, menguji kevalidan data pendukung, serta memahami pola pengembangan paragraf (kausalitas, analogi, generalisasi) dan penggunaan konjungsi antarkalimat.
Baca juga: Soal HOTS Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Materi Bab 1 Teks Laporan Hasil Observasi, Soal Terbaru 2026
Sebagai bahan latihan mandiri siswa di rumah maupun referensi bapak/ibu guru untuk asesmen formatif, berikut disajikan 10 latihan soal pilihan ganda HOTS Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Bab 1 Semester 1 Kurikulum Merdeka beserta kunci jawaban langsung di setiap burir soal.
Bacalah teks argumentasi berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 1 sampai 3!
Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat utama telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi beras per kapita di Indonesia masih berkisar di angka 95 kilogram per tahun, jauh di atas rata-rata konsumsi global. Padahal, secara geografis dan ekologis, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas pangan lokal nonberas yang luar biasa, seperti sagu di kawasan Timur, singkong, talas, hingga jagung.
Diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sebuah urgensi nasional untuk menjaga ketahanan pangan. Sagu, misalnya, memiliki produktivitas yang sangat tinggi dan mampu tumbuh subur di lahan marginal tanpa perawatan kimia yang intensif. Satu batang pohon sagu dewasa mampu menghasilkan 200 hingga 400 kilogram pati kering. Dengan mengoptimalkan potensi ini, kita tidak hanya mengurangi beban impor gandum dan tekanan pada lahan sawah konvensional, tetapi juga meningkatkan kedaulatan pangan nasional di tengah ancaman krisis iklim global.
Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat harus bersinergi untuk mengubah pola pikir "belum makan kalau belum makan nasi". Kebijakan insentif bagi industri pangan lokal dan edukasi masif mengenai nilai gizi pangan nonberas harus segera diimplementasikan secara konkret.
(1.) Berdasarkan teks argumentasi di atas, manakah argumen utama yang mendasari perlunya dilakukan diversifikasi pangan di Indonesia?
A. Konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia sudah mulai menurun secara drastis dalam lima tahun terakhir berdasarkan data BPS.
B. Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal nonberas yang melimpah dan pemanfaatannya penting untuk menjaga ketahanan pangan dari krisis iklim.
C. Pohon sagu hanya dapat tumbuh dengan baik apabila diberi perawatan kimia yang intensif seperti halnya tanaman padi di sawah.
D. Pemerintah telah berhasil menghentikan total impor gandum berkat tingginya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi singkong.
E. Masyarakat perkotaan secara sukarela mengubah pola diet mereka karena harga beras di pasar domestik yang melambung tinggi.
Kunci Jawaban: B Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal nonberas yang melimpah dan pemanfaatannya penting untuk menjaga ketahanan pangan dari krisis iklim.
(2.) Kalimat manakah pada paragraf kedua yang berfungsi sebagai DATA EMPIRIS (fakta numerik/bukti nyata) untuk memperkuat opini penulis tentang keunggulan sagu?
A. Diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar alternatif, melainkan sebuah urgensi nasional.
B. Sagu mampu tumbuh subur di lahan marginal tanpa perawatan kimia yang intensif.
C. Satu batang pohon sagu dewasa mampu menghasilkan 200 hingga 400 kilogram pati kering.
D. Dengan mengoptimalkan potensi ini, kita mengurangi beban impor gandum dan tekanan pada lahan sawah.
E. Potensi sagu diprediksi mampu menggantikan komoditas padi dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
Kunci Jawaban: C Satu batang pohon sagu dewasa mampu menghasilkan 200 hingga 400 kilogram pati kering.
(3.) Jika bagian penutup (paragraf ketiga) dianalisis berdasarkan struktur teks argumentasi, unsur apa yang mendominasi paragraf tersebut?
A. Penyampaian tesis awal atau pengenalan isu baru yang bertentangan dengan paragraf sebelumnya.
B. Deskripsi proses biologis pengolahan pati sagu menjadi bahan pangan setengah jadi.
C. Penegasan ulang (kesimpulan) yang disertai dengan rekomendasi solusi atau ajakan bertindak bagi pemangku kebijakan.
D. Penolakan secara subjektif terhadap seluruh data yang telah dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
E. Sanggahan atas opini para ahli gizi mengenai kandungan karbohidrat dalam beras putih.
Kunci Jawaban: C Penegasan ulang (kesimpulan) yang disertai dengan rekomendasi solusi atau ajakan bertindak bagi pemangku kebijakan.
(4.) Perhatikan paragraf berikut!
"Pengembangan industri porang di Indonesia mengalami lonjakan pesat karena tingginya permintaan ekspor untuk bahan baku kosmetik dan pangan sehat di Asia Timur. Hal ini memicu banyak petani di Jawa Timur mengalihfungsikan lahan perkebunan mereka menjadi lahan budi daya porang. Akibatnya, nilai tukar petani porang meningkat signifikan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan mulai terangkat."
Berdasarkan pola pengembangannya, paragraf argumentasi di atas menggunakan pola...
A. Generalisasi
B. Analogi
C. Sebab-Akibat (Kausalitas)
D. Akibat-Sebab
E. Perbandingan dan Pertentangan
Kunci Jawaban: C Sebab-Akibat (Kausalitas)
(5.) Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
(1) Singkong memiliki kandungan indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan beras putih.
(2) Komoditas pangan lokal nonberas seharusnya dijual dengan harga yang jauh lebih mahal agar terlihat keren.
(3) Sukun dapat diolah menjadi berbagai macam camilan sehat pengganti terigu.
(4) Menurut saya, rasa tiwul singkong jauh lebih enak dan mewah daripada hidangan restoran bintang lima.
(5) Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat selain padi dan gandum.
Kalimat yang mengandung OPINI SUBJEKTIF (tidak didasarkan pada fakta ilmiah atau data valid) ditunjukkan oleh nomor...
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)
Kunci Jawaban: C (2) dan (4)
(6.) Perhatikan penggalan paragraf rumpang berikut!
"Talipuk atau bidadari air merupakan pangan lokal khas suku Banjar yang memanfaatkan biji bunga teratai sebagai sumber karbohidrat alternatif. ..., eksistensi kuliner tradisional ini kian tergerus zaman karena sulitnya proses pemanenan di lahan rawa dalam."
Konjungsi antarkalimat yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang di atas guna menyatakan hubungan pertentangan adalah...
A. Dengan demikian
B. Namun demikian
C. Oleh karena itu
D. Tambahan pula
E. Lagipula
Kunci Jawaban: B Namun demikian
(7.) Perhatikan kutipan paragraf berikut!
"Mengonsumsi pangan lokal nonberas secara tidak langsung ikut membantu mengurangi emisi karbon global. Hal ini terjadi karena rantai distribusi pangan lokal sangat pendek, sehingga memangkas penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi logistik. Berbeda dengan gandum impor yang harus menempuh perjalanan ribuan mil laut dan menghasilkan jejak karbon yang sangat besar."
Gagasan pokok atau ide pokok dari kutipan paragraf argumentasi di atas adalah...
A. Gandum impor menempuh perjalanan ribuan mil laut menggunakan bahan bakar fosil.
B. Pengurangan emisi karbon global melalui perpendekan rantai distribusi gandum impor.
C. Kontribusi konsumsi pangan lokal terhadap pengurangan emisi karbon global.
D. Perbandingan kandungan gizi antara gandum impor dengan pangan lokal Indonesia.
E. Dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil bagi industri logistik pangan nasional.
Kunci Jawaban: C Kontribusi konsumsi pangan lokal terhadap pengurangan emisi karbon global.
(8.) Perhatikan kalimat berikut!
"Pemerintah gencar mengampanyekan gerakan diversifikasi pangan ... ketergantungan terhadap impor gandum dapat ditekan seminimal mungkin."
Konjungsi intrakalimat yang paling tepat untuk menyatakan hubungan tujuan (final) pada kalimat di atas adalah...
A. melainkan
B. padahal
C. agar
D. bahkan
E. sedangkan
Kunci Jawaban: C agar
A. Langkah-Langkah Menanam Singkong Gajah di Pekarangan Rumah
B. Eksplorasi Struktur Kandungan Kimia Pati Sagu Maluku
C. Mengapa Sagu adalah Kunci Utama Kedaulatan Pangan Indonesia Masa Depan
D. Kisah Sukses Petani Sorghum dari Nusa Tenggara Timur
E. Daftar Harga Komoditas Jagung Pipit di Pasar Tradisional
Kunci Jawaban: C Mengapa Sagu adalah Kunci Utama Kedaulatan Pangan Indonesia Masa Depan
(10.) Baca situasi berikut!
Seorang penulis ingin meyakinkan masyarakat urban perkotaan agar beralih mengonsumsi sorgum sebagai pengganti beras untuk mendukung gaya hidup sehat (mencegah diabetes).
Manakah kalimat argumentasi yang paling logis, persuasif, dan didukung oleh alasan yang objektif?
A. Sorgum adalah makanan para leluhur yang wajib kita makan agar kita tidak dicap sebagai anak durhaka yang melupakan sejarah.
B. Berdasarkan riset kesehatan, sorgum memiliki kadar serat tinggi dan kompleksitas karbohidrat yang mencegah lonjakan gula darah, menjadikannya alternatif terbaik pengganti nasi bagi masyarakat urban.
C. Semua orang kota harus berhenti makan nasi sekarang juga karena nasi adalah sumber utama segala macam penyakit berbahaya di dunia.
D. Sorgum memiliki warna yang sangat estetik saat difoto, sehingga sangat cocok untuk diunggah di media sosial agar mendapat banyak pujian.
E. Rasanya yang hambar membuat sorgum sangat cocok dipadukan dengan lauk pauk instan yang banyak dijual di supermarket kota besar.
Kunci Jawaban: B Berdasarkan riset kesehatan, sorgum memiliki kadar serat tinggi dan kompleksitas karbohidrat yang mencegah lonjakan gula darah, menjadikannya alternatif terbaik pengganti nasi bagi masyarakat urban.