TRIBUNTRENDS.COM - Video viral yang memperlihatkan seorang siswi SMP bernama Mutia bekerja hingga 12 jam sehari dengan upah hanya Rp25 ribu hingga Rp30 ribu menyita perhatian publik.
Remaja tersebut disebut rela bekerja keras demi menghidupi dua adiknya.
Kisahnya pun memicu gelombang simpati dari warganet yang berharap ia mendapat bantuan.
Di media sosial, beredar informasi yang menyebut Mutia merupakan warga Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak Kelurahan Talang Jawa. Lurah Talang Jawa, Faisal Reza, memastikan hasil penelusuran yang dilakukan menunjukkan Mutia bukan merupakan warga di wilayahnya.
Senada dengan itu, Dinas Sosial Kabupaten OKU juga mengaku belum menemukan identitas remaja tersebut dalam proses pencarian yang sedang dilakukan.
Sebelumnya, aparat Babinsa Talang Jawa turut melakukan penelusuran menyusul viralnya video yang memperlihatkan Mutia bekerja sebagai buruh dengan upah yang sangat minim.
Sementara itu, perkembangan terbaru yang diunggah akun TikTok @revsyaa menyebut Mutia atau yang akrab disapa Lala bersama kedua adiknya kini telah berada di Rumah Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak (RPRSA) Ceria di Provinsi Kepulauan Riau.
Informasi terbaru ini menjadi titik terang di tengah ramainya perhatian masyarakat terhadap nasib remaja tersebut.
Baca juga: Dua Bocah Cilik Madura Guncang Demo MBG di Depan DPRD Sampang: Kami Butuh Gizi Bukan Basa-basi
Sebelumnya, Babinsa Talang Jawa, Redo, juga mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran terkait video viral anak SMP yang terpaksa menjadi buruh dengan gaji hanya Rp30 ribu per hari.
"Aku sudah menelusuri informasi ini. Namun, belum menemukan anak yang viral itu," ungkap Brigpol M. Ridho Jaya Saputra.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran TribunSumsel.com, kisah hidup Mutia pertama kali diunggah oleh akun TikTok @revsyaa pada Rabu (1/7/2026) lalu.
Pemilik akun yang merupakan seorang ojek online saat itu baru mendapat orderan sekira pukul 22.00 WIB. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Mutia yang baru pulang bekerja.
Baca juga: Diduga Dibanting & Disetrum ke Tiang Listrik, Bocah 6 Tahun di Jakpus Koma, Trauma Berat saat Sadar
Terungkap bahwa Mutia yang masih berstatus siswi SMP ternyata harus bekerja dari pagi hingga malam demi bisa menafkahi adik-adiknya di rumah.
"Aku tanya kerja di mana, dia cerita kalau berangkat kerja jam 9 pagi dan pulang jam 9 malam,
Gajinya sekitar 25–30 ribu sehari, sedangkan ongkos pergi pulang 24 ribu. Kadang yang dibawa pulang cuma sisa 6 ribu," tulisnya dikutip, Senin (6/7/2026).
"Aku sempat heran dan nanya, “Emang kamu butuh uang buat apa sampai mau kerja digaji segitu?”,
Dia cuma jawab, “Buat hidup, Kak. Sekarang susah. Aku belum punya KTP, belum bisa kerja di kafe, jadi aku cari aja yang mau nerima aku kerja.” tambahnya lagi.
Baca juga: Tak Kuat Bekerja, dr Myta Minta Teman Gantikannya, Kondisi Paru-paru Berat, DPR Sebut Perbudakan
Kondisi memilukan itu terpaksa dijalani Mutia sebab ayahnya kini berada di penjara tepatnya di Rutan Kelas I Tanjungpinang, Kampung Jawa, Tanjungpinang, Kepulauan Riau sedangkan ibunya dirawat di Rumah Sakit Jiwa.
Kondisi memilukan yang dialami Mutia mendapat perhatian luas masyarakat terutama pengguna media sosial dengan memberikan donasi.
Update terbaru dari akun TikTok @revsyaa, Mutia yang juga disapa Lala bersama kedua adiknya saat ini sudah berada di Rumah Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak (RPRSA) Ceria, Provinsi Kepri.
(TribunTrends/TribunSumsel.com)