TRIBUNTRENDS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, melontarkan kritik terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi.
Sorotan tersebut muncul setelah Mahfud menilai jawaban Purbaya saat membahas penggunaan dana pajak untuk program Koperasi Desa Merah Putih tidak tepat.
Menurut Mahfud, respons yang disampaikan Menteri Keuangan terkesan bernada arogan ketika menjawab pertanyaan yang diajukan.
Kritik itu disampaikan Mahfud MD melalui unggahan di akun media sosial X pada Senin (6/7).
Dalam unggahannya, Mahfud mengomentari penampilan Purbaya sebagai bintang tamu di podcast milik Denny Sumargo.
Podcast tersebut tayang pada Kamis (2/7) dan membahas sejumlah program pemerintah.
Salah satu topik yang diangkat Denny Sumargo adalah mengenai pendanaan Koperasi Desa Merah Putih serta program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: Purbaya Sebut Prabowo Orang Baik & Pintar, Bisa Menerima Masukan, Densu: Kenapa Banyak yang Kesel?
Mahfud kemudian menyoroti jawaban Purbaya saat merespons pertanyaan mengenai penggunaan anggaran negara untuk kedua program tersebut.
Perhatian Mahfud tertuju pada respons Purbaya yang menyampaikan kalimat "Apa Anda Bos Saya".
Menurut Mahfud, jawaban tersebut tidak mencerminkan respons yang semestinya diberikan kepada publik.
Ia berpandangan bahwa pertanyaan mengenai penggunaan anggaran negara merupakan hal yang wajar untuk diajukan.
Sebab, dana yang dikelola pemerintah bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.
Karena itu, publik memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran tersebut digunakan.
Mahfud juga menilai pertanyaan yang diajukan Denny Sumargo pada dasarnya mewakili kepentingan masyarakat sebagai pembayar pajak.
Atas dasar itu, ia menganggap respons Purbaya tidak tepat dalam konteks akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Melalui unggahannya, Mahfud pun menyampaikan kritik secara terbuka terhadap pernyataan Menteri Keuangan tersebut.
"Agaknya kurang tepat, ketika ditanya ttg penggunaan uang pajak utk. Kopdes oleh Densu, Menkeu Purbaya menjawab dgn songong: Apa Anda, Bos saya? Densu itu mewakili pembayar pajak?" kritik Mahfud MD.
Perbincangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan artis Denny Sumargo mendadak menjadi sorotan setelah keduanya terlibat adu argumen ringan saat membahas kondisi perekonomian Indonesia.
Momen tersebut terjadi ketika Purbaya hadir sebagai bintang tamu dalam podcast milik Denny Sumargo.
Dalam kesempatan itu, Purbaya tampak antusias menjelaskan berbagai persoalan negara dan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Denny yang akrab disapa Densu juga terlihat aktif melontarkan pertanyaan dan tanggapan terkait isu ekonomi.
Perdebatan kecil mulai terjadi ketika pembahasan mengarah pada sosok Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya secara terbuka memuji Prabowo sebagai pemimpin yang cerdas dan mudah menerima berbagai masukan dari para menterinya.
Menurutnya, Presiden Prabowo juga memiliki sikap kritis dan kemampuan analisis yang baik dalam mengambil keputusan.
Karena karakter tersebut, Purbaya menilai Prabowo tidak pernah gegabah dalam menentukan kebijakan negara.
Tanggapan Denny Sumargo terhadap pujian tersebut kemudian memicu perbincangan menarik yang menjadi perhatian publik di media sosial.
Baca juga: Dua Kubu Keraton Solo Saling Sikut Jelang Malam 1 Suro, PB XIV Purbaya Diisukan Kirab Tanpa Pusaka
"Dia (Prabowo) orang pintar, cepat sekali adjust-nya, ada menteri ngomong A 'pak saya gini gini', presiden tiba-tiba marah 'kamu kenapa lama banget? kamu saya suruh kenapa kamu minta waktu setahun lagi?'. (kata menteri) 'pak saya enggak minta setahun'. (Kata Prabowo) kamu kan tadi minta studi kelayakan lagi, itu kan minimal setahun'," ungkap Purbaya, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Denny Sumargo, Jumat (3/7/2026).
Setelah kenal beberapa lama, Purbaya meyakini bahwa Prabowo adalah sosok yang pintar.
Terlebih, dipastikan oleh Purbaya, Prabowo ingat ucapan para menterinya, termasuk soal angka.
"Jadi di situ saya tahu, presiden itu pintar banget, ingat angka-angka yang kita sebutkan, jadi habis itu saya enggak berani ngibul, kalau jelek kita ngomong aja biar dia ambil keputusan, dia itu orang pintar," imbuh Purbaya.
Mendengar ucapan Purbaya tersebut, Densu tampak heran.
Baca juga: Perhitungan Ulang Anggaran MBG, Purbaya Koordinasi dengan Nanik S Deyang, Belum Sempat Bertemu
Densu lantas bertanya kenapa Prabowo bisa tertipu oleh mantan Kepala BGN Dadan Hindayana.
Seperti diketahui, Dadan Hindayana ditangkap oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi Makan Bergizi Gratis ( MBG) pada 3 Juni 2026 lalu.
Terkait hal tersebut, Purbaya menjawabnya singkat.
"Tapi kok bisa (Prabowo) dikibulin si pak Dadan?" tanya Densu.
"Bukan dikibulin, dia (Prabowo) tahu, dia (Prabowo) hatinya baik," jawab Purbaya.
"Maaf ya pak Presiden ya," timpal Densu sembari melihat ke arah kamera.
"Pak presiden hatinya baik," pungkas Purbaya.
"Yang enggak dipercaya juga tetap aja dia (Prabowo) baik. Karena saya pernah memecat orang, ya karena dia baik enggak jadi dipecat, padahal dia tahu kesalahan orang itu," sambungnya.
Kendati demikian diungkap Purbaya, Prabowo adalah sosok yang tegas.
Hal itu dibuktikan dengan penangkapan Dadan Cs sehingga cepat diperkarakan terkait kasus korupsi.
"Tapi kalau sampai titik membahayakan negara kita sikat. Kita enggak pernah main-main masalah itu," ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya pun memuji Prabowo sebagai sosok yang tak keberatan menerima masukan orang lain.
"Orang pikir presiden sembarangan, orang banyak salah sangka ke presiden, sangkanya waktu APBN dia sembarangan, akan nembus defisit di atas empat persen. Dia bisa menerima masukan, dia absorb dan dia terapkan dengan baik," imbuh Purbaya.
Atas semua pujian yang dilayangkan Purbaya kepada Prabowo, Densu mengaku masih heran.
Yakni kenapa selama ini banyak orang yang tak suka pada Presiden Prabowo.
Baca juga: Perhitungan Ulang Anggaran MBG, Purbaya Koordinasi dengan Nanik S Deyang, Belum Sempat Bertemu
"Cuma kenapa banyak orang di masyarakat itu banyak yang kayak kesel sama pak Presiden?" tanya Densu.
"Ya dia enggak pernah ngomong aja sama presiden aja langsung, presiden itu pintar, jadi jangan takut," ujar Purbaya.
"Orang tuh selalu, kadang-kadang melihat pak presiden kok kebijakannya enggak pro rakyat ya?" tanya Densu lagi.
"Dia kan pasti (yang diutamakan) stabilitas, pertumbuhan, pemerataan. Yang di program utama dia itu, pemerataan dan stabilitas," tegas Purbaya.
Tampak berdebat, Densu pun mempertanyakan soal program MBG yang tengah menuai kontroversi.
Purbaya lantas menjelaskan bahwa ia memilih untuk menjalankan program yang baru dengan segala risikonya.
"Masalahnya adalah efisiensinya penggunaan anggarannya itu yang jadi pokok permasalahannya. Ini bukan mau menyerang presiden ya," kata Densu.
"Setiap usaha baru ada risikonya, berani enggak ambil risiko? kalau saya akan ambil, tapi nanti kita perbaiki terus ke depannya. Daripada saya ambil yang zaman dulu yang jeblok. Kan masih jalan (programnya)," ungkap Purbaya.
(TribunTrends/TribunVideo/TribunnewsBogor.com)