TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Program peremajaan kelapa di Kabupaten Fakfak resmi dimulai setelah audiensi Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan hal tersebut di Fakfak, Papua Barat, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sektor perkebunan diwujudkan melalui langkah nyata berupa pendataan peremajaan kelapa pada tahun anggaran 2026.
“Target awal kita seluas 75 hektar. Data ini akan menjadi dasar usulan tahun 2027 dengan fokus di Distrik Furwagi hingga Karas, sebagai sentra produksi kelapa sekaligus penyangga usaha ikan terbang untuk ekspor perikanan,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Pusat
Widhi menegaskan, program ini merupakan bentuk dukungan nyata Kementerian Pertanian RI dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa rakyat.
“Sekaligus memperkuat pengembangan kelapa sebagai komoditas strategis Kabupaten Fakfak yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.
Baca juga: Disbun Fakfak Catat Produksi Pala 970 Ton, Retribusi Rp353 Juta pada Semester I 2026
Tahapan awal pelaksanaan dimulai dengan pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pada Juli 2026.
Pendataan dilakukan tim Gertak untuk memastikan calon penerima bantuan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis, termasuk verifikasi kondisi lahan, jumlah tanaman, status kepemilikan, serta kesiapan petani.
Fokus di Lima Distrik
Pendataan tahun ini difokuskan pada lima distrik: Fakfak Tengah, Fakfak Timur Tengah, Fakfak Timur, Fakfak Barat, dan Wartutin. Selanjutnya, kegiatan akan diperluas ke Distrik Karas dan Furwagi untuk usulan CPCL 2027.
Kedua wilayah pesisir itu diprioritaskan karena memiliki potensi produksi kelapa tinggi sekaligus menjadi penyangga aktivitas penangkapan ikan terbang.
Daun kelapa dari kawasan tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat sebagai media alami tempat menempel dan bertelurnya ikan terbang.
Dengan demikian, peremajaan kelapa di Fakfak diharapkan memberi manfaat ganda: meningkatkan produksi perkebunan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.