BANJARMASINPOST.CO.ID - Presenter Ruben Onsu mengungkap peristiwa aneh yang dialaminya, terutama pada matanya.
Bahkan, Ruben Onsu ternyata sempat curhat ke ustaz soal kondisi matanya yang mendadak rabun parah.
Duda Sarwendah itu mengaku masalah pada penglihatannya masih belum sepenuhnya teratasi hingga sekarang.
Pengakuan tersebut diunggah ulang akun TikTok @seram.kelapkelip.
Ruben Onsu mengungkapkan bahwa gangguan pada penglihatannya masih dirasakan hingga saat ini.
Ia mengatakan kondisi tersebut cenderung membaik setiap kali selesai berwudu dan melaksanakan ibadah salat.
Baca juga: Dua Tahun Turuti Keinginan Sarwendah, Terungkap Kejadian Awal yang Buat Ruben Onsu Habis Kesabaran
"Ada mata sampai sekarang tapi saya pasti saya hilangkan dengan wudu, saya salat. Kalau itu terjadi saya salat, untungnya saya jarang nyetir, kalau nyetir saya berhenti tanya masjid terdekat saya salat dulu udah bening lagi," kata Ruben saat berbincang dengan Ustaz Muhammad Faizar.
Ketika ditanya apakah sudah memeriksakan kondisi matanya ke dokter, Ruben Onsu menyampaikan bahwa ia telah menjalani pemeriksaan.
Ia mengungkapkan memang memiliki gangguan mata minus, namun hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat minus pada matanya tidak mengalami peningkatan.
Ruben kemudian menjelaskan bahwa saat gangguan penglihatannya kembali muncul, ia biasanya memilih untuk berwudu dan melaksanakan salat.
Meski demikian, ia tetap rutin menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh setiap tiga bulan sekali guna memantau kondisi tubuhnya.
"Rabun, ada minus tapi dokternya (bilang) nggak ada nambah (minusnya). Tapi saya bilang 'ah ini dokternya kurang canggih' saya menyenangkan hati.
Saya menyenangkan hati, saya tau akhirnya saya solat, dokternya tau. Tapi mudahnya saya sekarang ini salat. Iya (habis solat langsung jernih lagi), karena saya tau itu saya nggak ke dokter lagi. Tapi check up 3 bulan sekali wajib," kata dia.
Ketika ditanya mengenai bentuk gangguan pada penglihatannya, Ruben Onsu mengaku kondisi tersebut membuatnya cepat merasa lelah.
Ia juga menuturkan bahwa dirinya sempat meminta pandangan dari sejumlah ulama terkait apa yang sedang dialaminya.
Dari nasihat yang diterima, Ruben mengaku belajar untuk lebih bersyukur serta menerima setiap ujian yang datang dalam kehidupannya.
"Iya capek. Jadi ya alhamdulillah kalau saya bercerita dengan guru besar, ulama mengajarkan saya bersyukur. Kedua yang kita nggak boleh lupa kadang-kadang lo masih hidup di dunia pasti dikasih cobaan.
Jadi kalau nggak mau ada cobaan ya pulang, jadi akhirnya saya menerima karena mendapat penjelasan seperti itu. 'Oh iya ya gue masih ada di dunia lo pasti akan masih kena cobaan mah pasti aja'.
Di situ hal terkecil saya pahami, cobaan itu bukan sebuah masalah besar, kita mau makan mesen dicancel.
Makanya saya menyikapinya di sisi cobaan itu hal terkecil ini termasuk cobaan," kata Ruben Onsu.
Unggahan tersebut langsung mendapat komentar dari para netizen. Ada yang menyoroti sikap Ruben Onsu.
"Untung Ruben dia intropeksi dan baik jd sm Tuhan dilindungi diselamtkn," tulis akun @aulsky13
"Emang dulu ko Ruben sering dpt gangguan," tulis akun @yanumalang
"Masyaallah semangat kak Ruben," tulis akun @tokomamihmoy
Wudhu menjadi salah satu ajaran Islam untuk mensucikan diri dari hadats kecil. Wudhu tidak hanya membersihkan fisik, tetapi juga membersihkan jiwa. Wudhu artinya membasuh bagian tubuh tertentu sesuai dengan rukun dan tata cara yang diajarkan.
Wudhu sangat penting dilaksanakan karena menjadi syarat sah dalam melaksanakan ibadah dalam Islam, misalnya shalat dan mandi wajib. Karena begitu pentingnya wudhu, aktivitas ini mempunyai banyak keutamaan dan manfaat.
Berikut ini keutamaan dan manfaat wudhu dalam Islam:
1. Orang yang Berwudhu akan Dicintai oleh Allah
Allah SWT menyukai orang-orang yang mensucikan diri, salah satunya dengan berwudhu. Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al Baqarah: 222).
2. Anggota Tubuh akan Bercahaya di Hari Kiamat
Anggota tubuh yang terkena air wudhu akan bercahaya pada hari kiamat sebagaimana disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya.
إِنَّ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ, مِنْ أَثَرِ اَلْوُضُوءِ, فَمَنْ اِسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
Artinya: “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajah, tangan dan kakinya nampak bercahaya karena adanya bekas wudhu. Barangsiapa di antara kalian dapat memperpanjang cahaya tersebut, hendaklah ia melakukannya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
3. Wudhu dapat Mengangkat Derajat Seseorang
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ تَعَالَى بِهِ الْخَطَايَا وَتُرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتُ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ، وَالصَّبْرُ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ
Artinya: “Maukah kalian aku tunjukkan kepada kalian atas apa yang membuat Allah menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Menyempurnakan wudhu di pagi hari yang dingin, bersabar menghadapi perkara yang tidak disenangi, memperbanyak langkah ke masjid, dan menanti shalat setelah shalat.” (H.R. Muslim).
4. Wudhu dapat Menghapus Dosa-dosa (kesalahan)
Bersama air yang mengalir dari tubuh orang yang berwudhu, mengalir pula dosa-dosanya keluar. Rasulullah SAW bersabda:
إِذا تَوَضَّأَ العَبْدُ المُسْلِمُ، أَوِ المُؤْمِنُ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِن وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْها بعَيْنَيْهِ مع الماءِ، أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ الماءِ، فَإِذا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِن يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كانَ بَطَشَتْها يَداهُ مع الماءِ، أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ الماءِ، فَإِذا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْها رِجْلاهُ مع الماءِ، أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ الماءِ، حتّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ
Artinya: "Ketika seorang muslim atau mukmin berwudlu, kemudian membasuh mukanya, maka keluar dari wajahnya setiap kesalahan yang ia lihat dari kedua matanya bersama dengan air wudhunya, atau bersama dengan tetesan air terakhir. Dan ketika ia membasuh kedua tangannya, maka keluar dari kedua tangannya setiap kesalahan yang dilakukan oleh tangannya bersama dengan air, atau tetesan air terakhir. Ketika ia membasuh kedua kakinya, maka keluar dari kedua kakinya kesalahan yang ia datangi dengan kakinya bersama dengan jatuhnya air, atau tetesan air terakhir. Sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa." (H.R. Muslim).
Sementara dalam hadits lain disebutkan:
لا يُسبِغُ عبدٌ الوضوءَ؛ إلّا غفَر اللهُ لهُ ما تقدمَ من ذنبِه وما تأخَّرَ
Artinya: "Tidaklah seorang hamba melaksanakan wudhu dengan sempurna, melainkan Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang," (H.R. Al-Bazzar).
5. Masuk Surga Melalui Pintu-pintu yang Disukai
وَعَنْ عُمَرَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم: «مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Artinya: “Tidaklah salah seorang di antara kamu berwudhu, lalu dia menyempurnakan wudhu, kemudian membaca, ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan hanya Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya’, melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, dan dia (diperbolehkan) memasukinya dari mana saja ia kehendaki.” (H.R. Muslim)
6. Wudhu dapat Menghilangkan Kemarahan
Kemarahan itu berasal dari bisikan setan yang diciptakan dari api sehingga manusia dapat lepas kontrol dan melakukan sesuatu tanpa disadarinya dan akan menimbulkan penyesalan pada akhirnya. Oleh karena itu, manusia diperintahkan untuk berwudhu jika sedang marah.
إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ
Artinya: "Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu." (H.R. Abu Daud)
7. Berwudhu Merupakan Ciri-ciri Seorang Mukmin
Orang-orang yang mampu menjaga wudhunya merupakan salah satu dari ciri seorang mukmin sejati.
اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ
Artinya: "Istiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin.” (H.R. Ibnu Majah).
Allah SWT akan Mengabulkan Doanya
رَجُلَانِ مِنْ أُمَّتِي يَقُومُ أَحَدُهُمَا مِنَ اللَّيْلِ فَيُعَالِجُ نَفْسَهُ إِلَى الطَّهُورِ وَعَلَيْهِ عُقَدٌ فَيَتَوَضَّأُ، فَإِذَا وَضَّأَ يَدَيْهِ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا وَضَّأَ وَجْهَهُ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا مَسَحَ رَأْسَهُ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِذَا وَضَّأَ رِجْلَيْهِ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَيَقُولُ الرَّبُّ لِلَّذِينَ وَرَاءَ الْحِجَابِ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُعَالِجُ نَفْسَهُ، مَا سَأَلَنِي عَبْدِي هَذَا فَهُوَ لَهُ
Artinya: “Dua orang laki-laki dari umatku dimana salah seorangnya bangun malam dan membawa dirinya untuk bersuci, sementara dia terbelenggu beberapa belenggu, kemudian berwudhu. Ketika berwudhu membasuh kedua tangannya, terlepaslah satu belenggu. Ketika berwudhu membasuh wajahnya, maka terlepaslah belenggu lainnya. Ketika berwudhu mengusap kepalanya, maka terlepaslah belenggu lainnya. Ketika membasuh kedua kakinya, maka terlepaslah belenggu berikutnya. Kemudian, Rabb berfirman kepada mereka yang ada di balik hijab, ‘Lihatlah hamba-Ku ini. Ia mengatasi dirinya. Apa pun yang diminta hamba-Ku itu kepada-Ku maka permintaan itu untuknya.” (H.R. Ibnu Hibban).
8. Dijaga dan Didoakan Malaikat
مَنْ بَاتَ طَاهِرًا فِي شِعَارٍ طَاهِرٍ بَاتَ مَعَهُ مَلَكٌ فِي شِعَارِهِ فَلَا يَسْتَيْقِظُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا
Artinya: “Barangsiapa saja yang bermalam dengan keadaan suci (berwudhu terlebih dahulu), maka satu malaikat bermalam bersamanya. Dan tidaklah dia terbangun di waktu malam kecuali malaikat tadi berdoa: Ya Allah, ampunilah hamba-Mu, fulan. Sebab, ia tidur dalam keadan suci.” (H.R. Ibnu Hibban).
Demikianlah keutamaan dan manfaat wudhu dalam Islam. Semoga bermanfaat.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)