BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Maraknya kapal cantrang yang masuk ke perairan Kotabaru sangat meresahkan nelayan lokal.
Kondisi ini dibawa ke RDPdi DRPD Kotabaru, untuk menemukan solusi agar kapal cantrang yang bandel tidak lagi menangkap ikan di wilayah yang dilarang.
Mengingat kondisi ini merugikan nelayan tradisional di pesisir Kotabaru.
Sejumlah pengalaman di lapangan pun diungkapkan para nelayan saat forum rapat berlangsung.
Satu di antaranya yang mencuri perhatian adalah kerapnya informasi bocor, saat ada upaya pelaporan atau saat ada perhatian serius kapal canatrang beroperasi.
Disampaikan Kepala Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Gazali Rahman, seperti yang dilakukan pembahasan di DPRD hari ini, dan mulai video viral beberapa waktu terakhir, aktivitas nelayan cantrang di Perairan Maradapan tidak terlihat.
"Apakah ada orang kampung, atau oknum yang menyampaikan informasi operasi saya tidak tahu," sebutnya.
Baca juga: SD-SMP Negeri di Banjarmasin Sepi Peminat, Disdik Mantapkan Regrouping hingga Bangun Sekolah Baru
Hal senada juga disampaikan Posmaswas Marabatuan, Busdar yang membenarkan temuan itu.
Sekitaran November 2025, ia pernah diundang Polairud ke Banjarmasin, katanya untuk atur strategi penanganan nakalnya nelayan cantrang.
Ia pun menghubungi rekan-rekan yang ada di Maradapan hingga Pulalu Matasirih, namun tidak ada terpantau aktivitas cantrang.
Kondisi ini berlangsung sampai ia pulang dari Banjarmasin, hingga masuk di bulan 12 cantrang kembali mulai datang.
"Itu di selatan ada kita dapati 38, di Utara ada lebih dari lima kapal," sebutnya.
Busdar pun sepakat kalau lagi ramai, cantrang tidak ada, entah siapa yang bermain (informasi) di sini.
Nelayan di Marabatuan juga kerap menghubungi dirinya untuk melalukan aksi agresif menindak nelayan cantrang. Namun selalu diredam agar tidak bertindak anarkis. Karena rentan terjadi konflik antar nelayan di lautan.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)