TRIBUNJOGJA.COM - NIKI berhasil menyukseskan penampilannya di Prambanan Jazz Festival 2026 pada 4 Juli kemarin.
Penampilannya disaksikan oleh lebih dari dua puluh ribu penonton yang telah lama menantikannya.
NIKI membawakan banyak lagu karyanya, salah satunya adalah yang berjudul The Apartment We Won’t Share.
The Apartment We Won’t Share merupakan lagu yang menceritakan tentang masa depan yang tak tergapai bahkan sebelum sempat dibangun.
Lagu ini menggambarkan perasaan sedih karena kehilangan sesuatu yang sebenarnya belum pernah dimiliki, yang digambarkan sebagai sebuah apartemen.
“Apartemen” di lagu ini menggambarkan impian dan harapan yang hendak dibangun bersama orang terkasih.
Karena berlatar di Candi Prambanan, netizen menghubungkan lagu ini dengan kisah legenda yang diwariskan turun temurun.
Berdasarkan cerita rakyat yang beredar di masyarakat, Candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging.
Candi ini merupakan syarat yang diajukan Roro Jonggrang agar bersedia menikah dengan Bandung Bondowoso.
Konon, Roro Jonggrang mengajukan syarat mustahil yaitu dibuatkan seribu candi dalam satu malam.
Ia mengajukan syarat mustahil itu karena memang tidak berniat menikah dengan Bandung Bondowoso yang menewaskan ayahnya.
Akan tetapi, tanpa disangka, Bandung Bondowoso menyanggupi syarat tidak masuk akal tersebut.
Bandung Bondowoso lalu memanggil bala bantuan dari kalangan jin untuk membangun seribu candi dalam satu malam.
Khawatir akan keberhasilan Bandung Bondowoso dalam menyanggupi syarat tidak masuk akalnya, Roro Jonggrang menjalankan tipu daya.
Roro Jonggrang meminta dayangnya menumbuk padi dan menyalakan api.
Para jin yang membantu Bandung Bondowoso mengira pagi sudah datang.
Lalu, mereka menghentikan pekerjaannya karena takut wujudnya habis dilahap matahari.
Akibat tipu daya tersebut, Bandung Bondowoso hanya berhasil membangun 999 candi, perlu satu candi lagi agar syarat dari Roro Jonggrang dianggap terpenuhi.
Bandung Bondowoso murka karena tahu rencananya gagal akibat tipu daya Roro Jonggrang.
Setelah itu, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi seribu candi yang kala itu masih kurang satu.
Kisah Bandung Bondowoso dan lagu The Apartment We Won't Share sama-sama menceritakan tentang impian bersama orang terkasih yang belum sempat diwujudkan bersama-sama.
Pada lagu karya NIKI tersebut, terdapat beberapa lirik yang menyatakan impian tak terwujudkan, seperti:
The apartment we won't share (apartemen yang tidak akan kita tinggali bersama);
The dog we won’t have (anjing yang tidak akan kita miliki bersama);
The daughter we won’t raise (anak perempuan yang tidak akan kita besarkan bersama);
The mother I won’t be (seorang ibu yang tidak akan aku wujudkan).
Lagu ini dinilai sangat menggambarkan perasaan Bandung Bondowoso yang telah membangun angan-angan untuk menikah dan menghabiskan seumur hidup bersama Roro Jonggrang, tetapi batal terwujud.
Jika lagu The Apartment We Won't Share menceritakan perasaan berkabung atas impian yang batal terwujud dari sudut pandang wanita, Bandung Bondowoso merupakan versi laki-laki dari lagu tersebut.
Akan tetapi, terdapat perbedaan antara kisah Bandung Bondowoso dengan lagu The Apartment We Won't Share.
Jika lagu The Apartment We Won't Share bercerita tentang kedua pihak yang pernah saling cinta, kisah Bandung Bondowoso bercerita tentang kisah cinta sepihak yang terkesan dipaksakan.
Kemudian, jika kisah cinta tokoh aku di lagu The Apartment We Won't Share berakhir karena kedua pihak memilih jalan hidup yang berbeda, kisah Bandung Bondowoso berakhir karena emosi, kutukan, dan tipu daya.
Namun, kedua kisah di atas sama-sama menceritakan duka atas kehidupan yang belum sempat dijalani bersama.
Kira-kira, bagaimana ya perasaan Bandung Bondowoso jika menonton NIKI membawakan lagu The Apartment We Won't Share di tempat mimpinya pupus?
(MG Hasna Aulia Syafitri)