Warga Salah Dobrak Pintu Saat Kebakaran di Palmerah, Lansia Ditemukan Tewas di Depan Kamar Mandi
Rr Dewi Kartika H July 06, 2026 05:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Suratman (81), lansia yang tewas dalam musibah kebakaran diketahui tinggal sendirian di rumahnya yang berada di RT 15 RW 08, Palmerah, Jakarta Barat.

Ketua RT 15 RW 08 Palmerah, Ali Hamzah, mengatakan warga sempat berusaha memastikan keberadaan Suratman dengan mendobrak pintu rumah yang sudah dipenuhi asap. 

Namun, upaya tersebut tidak berhasil lantaran warga keliru mendorong pintu ke arah dalam, padahal pintu rumah korban terbuka ke arah luar.

"Kita masih nyari-nyari keluar dulu. Saya tendang pintunya, ternyata kita lupa pintunya itu dibukanya ke luar, tapi saya numbuknya ke dalam. Jadi sempat timbul tanda tanya, 'Apa di luar, apa dia lari?'" ujar Ali saat ditemui di lokasi, Senin (6/7/2026).

Karena pintu tidak berhasil dibuka, warga dan keluarga sempat mengira Suratman telah menyelamatkan diri keluar dari rumah saat api mulai membesar.

Setelah petugas berhasil memadamkan api, pencarian korban kembali dilakukan di antara puing-puing bangunan yang roboh akibat kebakaran.

Sekitar pukul 21.00 WIB, jasad Suratman akhirnya ditemukan di depan kamar mandi dalam kondisi hangus. 

Jenazah korban ditemukan setelah petugas PPSU membantu membersihkan tumpukan puing di lokasi.

"Ketemunya mungkin jam 9-an, di depan kamar mandi. Kondisinya udah hangus, karena kebetulan pada nyerah nyarinya, puing-puingnya udah tinggi, udah segini lebih," kata Ali.

Diduga karena Lilin

Sebelumnya, Ali menduga kebakaran dipicu lilin yang dinyalakan korban di atas meja beralaskan kain. 

Lilin diduga terjatuh hingga memicu api yang dengan cepat membesar karena mayoritas bangunan di lokasi berbahan kayu.

Akibat kebakaran tersebut, enam bangunan rumah hangus terbakar dan tujuh kepala keluarga terdampak. 

Sementara jenazah Suratman dimakamkan di TPU Kemanggisan pada Senin (6/7/2026).

Diketahui, kebakaran di permukiman padat penduduk itu terjadi pada Minggu (5/7/2026) petang.

Ali menyebutkan, material bangunan yang didominasi oleh kayu membuat api merembet cepat ke area kontrakan di belakang rumah korban. 

Beruntung, ada beberapa bangunan permanen yang berhasil menahan laju perambatan api.

"Ada di belakang ini kontrakan satu bidang hangus semua karena kayu. Kalau yang batu itu masih tertahan. Ini juga karena kayunya doang, asbesnya jatuh," jelasnya.

Akibat insiden ini, sebanyak enam bangunan rumah warga hangus terbakar. 

Kebakaran ini berdampak langsung pada 7 Kartu Keluarga (KK), karena ada satu bangunan rumah yang dihuni oleh dua KK.

Saat ini rumah yang terbakar telah dipasangi garis polisi.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.