Sasa Ajak Masyarakat Lebih Paham MSG yang Benar
GH News July 06, 2026 06:09 PM
Surabaya -

Di tengah meningkatnya tren hidup sehat membuat masyarakat kian kritis terhadap bahan pangan. PT Sasa Inti pun mengajak masyarakat di Surabaya lebih memahami penggunaan micin pada olahan makanan lewat kampanye #MSGYangBenar untuk meluruskan mitos dan menyajikan fakta ilmiah.

PT Sasa Inti menggelar Press Conference Sasa #MSGYangBenar, "MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos" hari ini, Selasa, 30 Juni 2026, di Alun-Alun Surabaya. Melalui kampanye ini, Sasa menegaskan bahwa #MSGYangBenar itu Sehat dan Lezat, sekaligus menjadi solusi cerdas memotong asupan gula dan garam.

Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata mengatakan, pada apa yang dikonsumsi masyarakat diharapkan healthy and tasteful. Di mana Sasa ingin orang tetap sehat tapi rasa masakannya tetap enak.

"Kita tadi nggak mau misalnya orang harus diet, makanannya jadi hambar. Makanya diet juga bisa dengan makanan tetap enak kok. Kita ingin edukasi ini supaya orang tetap bisa masak pakai MSG dengan tenang dengan happy," kata Albert di Alun-alun Surabaya, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, #MSGYangBenar adalah melihat komponennya. Seperti Sasa, dia memastikan bahwa aman.

"Kalau dari saya, kayaknya kita tahu ya kalau MSG yang benar itu aman. Komponennya itu adalah MSG yang benar, pas," ujarnya.

Setelah sukses menggelar acara di Jakarta September lalu dan Surabaya hari ini, Sasa akan keliling lagi ke kota lain membagikan informasi yang edukatif soal penggunaan MSG.

"Komitmennya kita sebagai Sasa, market leader di Indonesia untuk kategori MSG itu bagian dari tanggung jawab sosial kita mengedukasi masyarakat. Setelah kota kedua ini, pastinya kita akan lanjutkan ke kota-kota berikutnya," jelasnya.

Health Expert Reisa juga memastikan, bahwa MSG aman dikonsumsi. Karena belum ada bukti ilmiah yang menyebut MSG berbahaya untuk kesehatan. Apalagi dapat mengganggu fungsi otak.

"(MSG) Aman. Pesannya adalah kita gunakan MSG dengan bijak untuk makanan yang lebih lezat," tegasnya.

Sementara Nutrisionis Rizal mengatakan, #MSGYangBenar ialah memperhatikan porsi, baik garam maupun MSG. Untuk garam maksimal satu hari satu sendok teh.

"Menurut saya, MSG itu adalah salah satu produk tambahan makanan yang membuat makanan itu menjadi lebih lezat dan gurih," ujar Rizal.

Dari segi kandungannya, kandungan natrium garam sekitar 40%, sedangkan MSG dan glutamat memberikan rasa gurih, sehingga kandungan natriumnya sekitar 12%. Bagi orang yang ingin mengontrol asupan natrium, atau dikombinasikan dengan garam dapur biasa, maka dapat menurunkan kadar natrium sampai dengan 40%.

"Jadi, itu bisa membantu untuk mencegah terjadinya hipertensi. Jadi sepertiga kali lebih kecil daripada garam biasa. Dan itu memberikan rasa gurih yang sama dengan garam atau bahkan lebih tahan lama," katanya.

Sasa Foto: Esti Widiyana/detikcom

Legendaris kuliner juga mendapat edukasi dari talkshow yang disampaikan oleh ahlinya. Ia tak lagi merasa khawatir, bahkan merasa menggunakan MSG membuat masakan menjadi gurih tanpa takut bayang-bayang penyakit yang mengintai.

"Saya pebisnis kuliner khas Jawa. Setelah ada penjelasan ini saya lebih ngerti, ternyata pakai MSG Sasa lebih gurih. Sudah dijelaskan, biar tambah enak masakanku. Kalau ditambah sedikit Sasa kan lebih oke," kata Bu Rudy.

Diketahui, dalam acara kampanye Sasa #MSGYangBenar, "MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos", selain talkshow, juga ada booth stall sayur, stall protein. Setelah dari booth, pengunjung bisa mencicipi nasi goreng biasa dengan bumbu garam dan gula dan nasi goreng bumbu gula, garam, MSG Sasa. Setelah itu masuk ke X-Ray Experience untuk mengetahui efek gula garam berlebih atau gula garam MSG seimbang. Selanjutnya booth 'Mana Masakan yang Benar?'

Sasa Foto: Esti Widiyana/detikcom

Di booth terakhir, Chef Martin Praja membuat nasi goreng Sasa Serodja bersama Bu Rudy dan kolaborasi dengan sambal andalan Bu Rudy. Pengunjung dan narasumber pun dibuat ngiler dengan aroma nasi goreng memakai MSG Sasa. Publik figur Anissa Aziza pun membantu plating makanan.

"Aku percaya nih, kalau Sasa MSG itu, pastinya menggunakan bahan yang alami, dari tetes tebu tadi ya, yang difermentasi, lalu dikristalisasi. Dan ini menghasilkan cita rasa makanan yang lezat untuk kita," jelas Chef Martin.

Anissa Aziza juga merasa tidak khawatir lagi memasak menggunakan MSG. Apalagi sebagai ibu yang suka masak untuk anak-anak, ternyata MSG aman untuk kesehatan.

"Senang banget untuk datang ke acara hari ini. Jadi ilmu buat aku, aku tuh sebagai ibu juga jadi tenang dan aku bisa share juga kepada mama-mama, teman-teman anak aku, bahwa MSG itu enggak seseram yang kita bayangkan, loh, dan aman buat anak-anaknya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.