Dari Ujung Malinau, Ada Cerita Perjuangan Insan PLN Menyalakan Harapan di Tanjung Nanga
Samir Paturusi July 06, 2026 06:10 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Ketika malam mulai menyelimuti Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, cahaya lampu kini menyala dari rumah-rumah warga. Pemandangan yang hari ini tampak sederhana itu sesungguhnya menjadi penanda berakhirnya penantian panjang masyarakat untuk menikmati listrik PLN.

Di balik terang yang kini hadir, tersimpan kisah perjuangan insan PLN yang harus menembus jalan berlumpur, membawa material selama berjam-jam, hingga rela berjauhan dari keluarga demi menghadirkan listrik di salah satu desa pedalaman Kalimantan Utara.

Salah satunya adalah Fendy Yulio Prasetyo, pegawai PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Benua Etam. Bersama timnya, ia berulang kali menempuh perjalanan sekitar sepuluh jam dari Berau menuju Tanjung Nanga.

Medan yang didominasi jalan tanah kerap berubah licin saat hujan sehingga material pembangunan beberapa kali tertahan di perjalanan.

"Kadang kendaraan harus berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang licin. Pernah juga material tertahan karena kendaraan tidak bisa langsung melintas. Tetapi kami tetap berupaya agar pekerjaan terus berjalan karena masyarakat sudah lama menantikan listrik hadir di desa ini," ujar Fendy.

Baca juga: Pemerintah Menetapkan Tarif Listrik PT PLN Persero Triwulan III Tetap

Dengan fasilitas yang terbatas dan akses komunikasi yang minim, menjadi bagian dari keseharian mereka selama pembangunan berlangsung. Namun semangat masyarakat untuk segera menikmati listrik menjadi motivasi terbesar bagi tim.

"Setiap kali bertemu warga, kami semakin memahami betapa besar harapan mereka terhadap listrik PLN. Itu yang membuat kami dan teman-teman terus bersemangat menyelesaikan pekerjaan," katanya.

Setelah lebih dari lima bulan pembangunan, PLN berhasil membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4,19 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 4,77 kilometer sirkuit, serta tiga gardu distribusi berkapasitas total 300 kVA yang kini melayani 331 pelanggan.

Namun perjuangan belum selesai. Setelah jaringan berdiri, petugas pelayanan pelanggan memastikan listrik benar-benar dapat dinikmati masyarakat melalui proses penyambungan ke setiap rumah.

Selama hampir satu minggu, Izar Zuhdi pegawai PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau bersama tim menetap di Tanjung Nanga untuk melakukan pemeriksaan instalasi dan penyelesaian pemasangan kWh meter secara bertahap kepada seluruh pelanggan
Selama hampir satu minggu, Izar Zuhdi pegawai PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau bersama tim menetap di Tanjung Nanga untuk melakukan pemeriksaan instalasi dan penyelesaian pemasangan kWh meter secara bertahap kepada seluruh pelanggan (HO/PLN KALTIMRA)

Selama hampir satu minggu, Izar Zuhdi pegawai PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau bersama tim menetap di Tanjung Nanga untuk melakukan pemeriksaan instalasi dan penyelesaian pemasangan kWh meter secara bertahap kepada seluruh pelanggan.

"Bagi kami, tugas tidak berhenti ketika jaringan selesai dibangun. Kami bertugas untuk memastikan sebanyak 331 pelanggan dapat langsung menikmati listrik dengan aman. Karena itu kami mendampingi proses pemasangan hingga seluruh tahapan selesai," ujar Izar.

Menurut Izar, pengalaman di Tanjung Nanga juga meninggalkan kesan mendalam. Dimana kebahagiaan tidak selalu bergantung pada fasilitas modern. Keramahan dan rasa syukur masyarakat menjadi pengalaman yang akan selalu diingat.

Perjuangan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Warga Desa Tanjung Nanga bergotong royong membersihkan jalur jaringan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih lancar.

Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonathan, mengatakan listrik merupakan harapan yang telah lama dinantikan seluruh warga.

"Kami sangat bersyukur karena akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Masyarakat ikut membantu selama proses pembangunan karena kami menyadari manfaatnya akan dirasakan bersama. Hari ini kami dapat menikmati hasil dari kerja keras semua pihak," ujarnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN, Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat yang telah bergotong royong hingga listrik akhirnya hadir di Tanjung Nanga.

"Di balik setiap rumah yang kini menikmati listrik, ada dedikasi insan PLN dan dukungan berbagai pihak yang bersama-sama mewujudkan harapan masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, tokoh masyarakat, perusahaan, dan seluruh warga yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Kolaborasi inilah yang memungkinkan manfaat listrik dapat dirasakan hingga pelosok," ujar Chaliq.

Baca juga: Daerah Mati Lampu Samarinda Hari Ini 6 Juli 2026 Pukul 13.00 Wita, PLN Turunkan Personel Gabungan

Kini, ketika malam tiba di Tanjung Nanga, cahaya lampu tidak lagi menjadi sesuatu yang langka. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktivitas masyarakat berlangsung lebih leluasa, dan harapan baru mulai tumbuh.

Bagi Fendy, Izar, dan seluruh insan PLN yang terlibat, terang yang kini hadir bukan sekadar aliran listrik, melainkan bukti bahwa setiap perjalanan panjang, setiap tantangan, dan setiap pengorbanan telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.