TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengkritik sikap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat menjawab pertanyaan YouTuber Denny Sumargo (Densu) terkait penggunaan uang pajak untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kritik tersebut disampaikan Mahfud melalui akun X resminya, @mohmahfudmd, pada Senin (6/7/2026), menyusul potongan video podcast *Curhat Bang* yang tayang pada Kamis (2/7/2026) dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam podcast tersebut, Denny Sumargo mempertanyakan transparansi dan efisiensi penggunaan uang pajak masyarakat yang dialokasikan untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Baca juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Bakal Dihitung Ulang, Menkeu Purbaya Sebut Belum Tentu Dipotong
Menurut Densu, sebagai warga negara yang membayar pajak, masyarakat berhak mempertanyakan penggunaan dana publik.
"Kalau mindset-nya kan begini, saya punya uang, uangnya dipakai untuk program itu. Saya bisa dong ngomong, Pak itu kenapa uang saya dipakai buat program begitu? Itu kurang bagus lho itu," kata Densu, seperti dikutip Tribunnews.com.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Purbaya mengatakan program pemerintah yang baru tentu memiliki kekurangan dan saat ini terus dilakukan evaluasi serta perbaikan.
Ia juga menegaskan bahwa program KDKMP bukan merupakan program yang dibuatnya secara pribadi.
Namun, jawaban Purbaya yang kemudian menjadi sorotan adalah ketika ia mengatakan:
"Kata siapa saya belum ngomong? Kan saya enggak usah ngomong sama Anda. Anda bos saya bukan? Saya enggak perlu lapor sama Anda."
Mahfud MD menilai respons tersebut tidak tepat karena pertanyaan Denny Sumargo dinilai mewakili kepentingan masyarakat sebagai pembayar pajak.
Melalui akun X resminya, Mahfud menulis:
"Agaknya kurang tepat, ketika ditanya tentang penggunaan uang pajak untuk Kopdes oleh Densu, Menkeu Purbaya menjawab dengan songong: Apa Anda, Bos saya? Densu itu mewakili pembayar pajak."
Cuitan tersebut langsung menarik perhatian publik. Hingga Senin (6/7/2026) pukul 15.45 WIB, unggahan Mahfud telah dibaca lebih dari 282 ribu kali dan dibagikan ulang lebih dari seribu kali di platform X.
Menariknya, sebelum melontarkan kritik tersebut, Mahfud MD pernah memberikan apresiasi terhadap kinerja Purbaya Yudhi Sadewa.
Saat Purbaya baru dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Mahfud menyebut langkah-langkah yang diambil Purbaya layak diapresiasi.
Melalui akun X pada 6 Oktober 2025, Mahfud menilai Purbaya berani melakukan reformasi birokrasi, meningkatkan efisiensi belanja negara, serta memberantas praktik korupsi di sektor perpajakan dan kepabeanan tanpa membebani masyarakat dengan pungutan pajak baru.
Baca juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Bakal Dihitung Ulang, Menkeu Purbaya Sebut Belum Tentu Dipotong
"Salut kepada Menkeu Pak Purbaya. Dia tidak membebani rakyat dengan pungutan pajak-pajak baru."
"Dia sikat korupsi. Dia lakukan efektivitas dan efisiensi di Kementerian/Lembaga & BUMN. Dia mulai hantam korupsi dan ilegalitas di perpajakan dan kepabeanan. Terus maju, Pak. Bravo," tulis Mahfud saat itu.
Meski sebelumnya memberikan apresiasi, Mahfud kini menilai jawaban Purbaya dalam podcast tersebut kurang mencerminkan akuntabilitas pejabat publik terhadap masyarakat sebagai pembayar pajak.