Jalan Cinta Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kecewa Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab
Rr Dewi Kartika H July 06, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga RT 11/RW 03, Kelurahan/Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur kecewa dengan penanganan amblasnya Jalan Cinta yang tak kunjung diperbaiki.

Sejak dilaporkan amblas pada bulan Maret 2026 lalu, hingga kini kondisi Jalan Cinta tidak kunjung diperbaiki sehingga membahayakan warga saat melintas di lokasi tersebut.

Menurut warga berdasarkan pembahasan hingga tingkat Wali Kota Jakarta Timur, baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat masih saling lempar tanggung jawab terkait penanganan.

"Masih ada koordinasi antara pemerintah pusat, maupun SDA dan Bina Marga. Jadi masih saling oper," kata Ketua RT 11/RW 03, Warjo Prianto di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).

Pemkot Jakarta Timur menyatakan tidak bisa melakukan penanganan karena penyebab amblasnya Jalan Cinta dipicu kerusakan turap Kali Sunter, yang menyebabkan permukaan tanah tergerus.

Sementara secara kewenangan aliran Kali Sunter, termasuk pembangunan turap berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PU.

Sehingga penanganan Pemkot Jakarta Timur dilakukan sebelumnya hanya bersifat sementara, yakni pemasangan cerucuk dolken mencegah agar turap Kali Sunter tidak kian tergerus.

Akibatnya kondisi Jalan Cinta terus memburuk, bahkan kini kemiringan jalan sudah mencapai 90 derajat dan tidak memungkinkan lagi untuk dilintasi kendaraan roda empat.

"Jadi yang yang bertanggung jawab itu siapa belum tahu. Tapi tetap saya akan tetap mengikuti rapat apabila ada undangan rapat tersebut. Terakhir rapat bulan Mei 2026 lalu," ujar Warjo.

Warga berharap pemerintah dapat segera memperbaiki akses Jalan Cinta agar kondisi tidak terus memburuk, dan membahayakan warga RT 11/RW 03 Pulogadung bermukim di lokasi.

Selain mengakibatkan mobilitas warga terganggu, sejumlah pedagang makanan di sekitar lokasi mengaku omzet penjualannya terpuruk akibat akses Jalan Cinta tak dapat dilalui roda empat.

Mereka juga mengaku khawatir bila sewaktu-waktu saat hujan deras melanda kondisi jalan kian memburuk, mengingat lokasi berbatasan langsung dengan aliran Kali Sunter.

"Itu yang kami masyarakat pertanyakan, kenapa pertanggungjawabannya daripada pihak terkait, SDA maupun Bina Marga, pemerintah daerah, pemerintah pusat itu sampai sekarang belum ada," tutur Warjo.

Sementara Kelurahan Pulogadung menyatakan sejak awal kejadian sudah berkoordinasi dengan BBWSCC, hasilnya Jalan Cinta amblas karena kondisi turap aliran Kali Sunter tergerus debit air.

Lurah Pulogadung, Ariyanto menuturkan Dinas SDA DKI Jakarta baru dapat melakukan perbaikan turap bila BBWSCC mengeluarkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) perbaikan turap.

"Tindak lanjut penanganan pada aspek bangunan sungai akan dibahas lebih lanjut secara teknis bersama instansi terkait. BBWS Ciliwung Cisadane tetap melakukan koordinasi," tutur Ariyanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.