Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap gudang dan lift barang menjadi lokasi penganiayaan dan penyekapan terhadap pegawai baru inisial AL yang bekerja di salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Untuk penyekapan di dua ruangan tersebut. Jadi sebelumnya dia di lokasi lift, kemudian di lokasi lift dipindahkan ke lokasi gudang di sebelahnya," kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Iptu Satrio setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu lapangan padel Jakarta, Senin.

Satrio mengatakan penyekapan karyawan itu berlangsung selama tiga hari sejak Senin (22/6) lalu.

Adapun kegiatan yang dilakukan polisi saat ini melakukan olah TKP untuk melengkapi proses penyidikan.

Rangkaiannya mulai dari membuka garis polisi hingga meminta surat tanda terima pembukaan atau melepaskan garis polisi.

"Karena dirasa sudah cukup untuk TKP ini kita ambil, baik sampel darah ataupun alat-alat yang dipakai untuk menyekap daripada korban," ucap dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan olah TKP di lokasi penganiayaan dan penyekapan pegawai baru inisial AL salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB.

Terlihat tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri mengerahkan sekitar lima orang di lokasi dan satu unit mobil.

Kepolisian menangkap empat pelaku penganiayaan dan penyekapan pegawai baru salah satu lapangan padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Empat pelaku berinisial ASB, RRK, AH, dan DW.

Penangkapan itu berawal dari laporan polisi yang dibuat oleh seorang perempuan inisial M.

Perempuan itu mengatakan anaknya yang berinisial AL sudah dua hari belum pulang ke rumah. Setelah dua hari, anaknya baru mau berkomunikasi dan meminta agar dijemput.

M menyebutkan anaknya merupakan pegawai yang baru bekerja dua bulan dan diduga melakukan pencurian raket padel pada Minggu (21/6). Namun, anaknya tersebut justru dianiaya dan disekap oleh beberapa pegawai lainnya.

Polisi yang menerima laporan tersebut kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan empat orang sebagai tersangka.