Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menyiagakan personel di lokasi kebakaran sumur minyak yang dikelola secara tradisional oleh masyarakat di Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi di Aceh Timur, Senin, mengatakan hingga kini titik api belum bisa dipadamkan karena semburan minyak masih terjadi.
"Personel disiagakan untuk mencegah api yang menjalar ke lokasi lainnya. Hingga saat ini, pusat titik api belum bisa dipadamkan lantaran semburan minyak masih aktif," katanya.
Sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional di Dusun Utama, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, mengalami kebakaran pada Minggu (5/7), sekitar pukul 13.30 WIB.
Ia mengatakan petugas memusatkan upaya pendinginan pada radius sekitar 100 meter dari titik pusat kebakaran sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas ke lahan milik warga.
"Fokus kami adalah mencegah api merambat ke area lain, terutama lahan milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi sumur minyak yang terbakar," katanya.
Sejumlah armada pemadam kebakaran dari Pos Peurelak, Pos Ranto Peureulak, Pos Idi, Pos Julok dikerahkan ke lokasi. Pemadaman diperkuat personel BPBD bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat.
Ia mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran di area yang sempit dan perbukitan, sehingga menyulitkan manuver armada pemadam dan membatasi ruang gerak petugas saat melakukan operasi di lapangan.
"Kondisi lokasi memang cukup sulit dijangkau oleh armada pemadam. Namun demikian, hingga saat ini petugas masih terus berupaya semaksimal mungkin melakukan pemadaman agar api dapat segera dikendalikan," kata Syahrizal Fauzi.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, unsur TNI dan Polri, serta instansi terkait untuk memastikan proses penanganan kebakaran berjalan dengan baik.
"Hingga saat ini, belum ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan bencana maupun keadaan darurat," katanya.
Ia juga meminta semua perangkat daerah bergerak cepat dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani kebakaran tersebut.
Menurut dia, penanganan kebakaran tersebut harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, namun yang paling penting memastikan keselamatan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi seluruh unsur yang telah bergerak cepat, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat yang ikut membantu penanganan di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.





