TRIBUNSTYLE.COM - Konflik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, dinilai semakin memanas.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyayangkan perselisihan keduanya yang hingga kini terus berlarut.
Menurut Minola, polemik tersebut bermula ketika Sarwendah menyampaikan ke publik mengenai dugaan cicilan rumah Ruben yang macet hingga dikaitkan dengan debt collector.
Pernyataan itu disampaikan Sarwendah dalam sebuah konferensi pers.
Pihak Ruben menilai, penyampaian persoalan pribadi tersebut ke ruang publik membuat kliennya merasa tersinggung dan tidak terima.
Bahkan, mereka menduga tindakan Sarwendah memiliki tujuan untuk mempermalukan Ruben di hadapan masyarakat.
Baca juga: Penyebab Thalia dan Thania Canggung Bertemu Ruben Onsu, Soroti Sarwendah Bawa Anak di Depan Kamera
"Adanya presscon yang menyatakan adanya cicilan rumah yang macet lah, inikan sebenarnya nggak perlu disampaikan ke ruang publik."
"Apa yang ingin dia capai ketika menyampaikan hal itu ke ruang publik. Ingin mempermalukan Ruben? Ingin masyarakat yang ambil alih tanggung jawab itu untuk membayarkan cicilan tersebut, nggak mungkin juga kan?" papar Minola, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (6/7/2026).
Minola pun menilai langkah mantan personel Cherrybelle tersebut tidak tepat.
Menurutnya, persoalan tunggakan cicilan rumah merupakan urusan pribadi yang seharusnya tidak dibawa ke konsumsi publik.
"Jadi patut diduga hanya ingin membuat Ruben malu, hanya ingin membuat Ruben kelihatan tidak mampu. Artinya hal-hal seperti ini nggak perlu dimasukkan ke ruang publik," lantang Minola.
Di sisi lain, pihak Ruben menganggap berbagai pernyataan yang disampaikan Sarwendah membuat kliennya terus berada dalam posisi yang disudutkan.
Karena itu, Ruben merasa perlu memberikan klarifikasi atas berbagai tudingan maupun pernyataan yang dilontarkan mantan istrinya.
"Akhirnya ini yang membuat Ruben meminta saya untuk terus mengklarifikasi, setiap ada prescon langsung pada saat itu juga kita menggunakan hak jawab."
Namun kini upaya berbalas klarifikasi pun semakin melebar ke mana-mana.
Hingga konflik antara keduanya pun tak kunjung mereda hingga sekarang.
"Sebenarnya kalau tidak direspons lagi selesai, hak jawab kami malah direspons lagi jadi kita jawab lagi. Makanya saya bilang jangan berbalas pantun," tukasnya.
Terbaru, kini Sarwendah terus kena hujat karena berkonflik dengan Ruben Onsu perihal nafkah anak hingga hak asuh anak.
Tak tanggung-tanggung, Sarwendah harus menghadapi tiga petisi yang beredar di platform Change.org, yakni "Cancel Sarwendah dari Media Sosial", "Boikot Sarwendah", serta "Boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi".
Dari ketiga petisi tersebut, yang memperoleh dukungan terbesar adalah "Cancel Sarwendah dari Media Sosial".
Pantauan hingga Senin (5/7/2026), sedikitnya petisi yang dibuat akun Netizen Update mulai 29 Juni 2026 itu telah mengumpulkan lebih dari 95 ribu tanda tangan.
Berikut rincianya :
74.922 tandatangan untuk petisi Cancel Sarwendah dari Media Sosial.
Petisi Boikot Sarwendah kumpulkan 21.449 tandatangan.
Kemudian boikot/Cancel Sarwendah untuk Semua Media Sosial dan Televisi kumpulkan 73 tandatangan.
Isi dalam petisi tersebut, menyerukan boikot terhadap Sarwendah di media sosial, tetapi juga meminta perusahaan dan pelaku usaha mempertimbangkan kembali kerja sama promosi dengan kekasih Giorgio Antonio itu.
Dalam petisi itu, para penggagas mengajak brand untuk lebih selektif memilih figur publik sebagai wajah promosi.
"Kami, masyarakat yang menandatangani petisi ini, mengajak seluruh brand dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan kembali kerja sama promosi maupun penjualan produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis tersebut."
Mereka juga menilai setiap perusahaan memiliki tanggung jawab menjaga citra serta kepercayaan konsumennya.
"Kami percaya bahwa setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, serta kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, kami berharap perusahaan lebih selektif dalam memilih figur publik yang akan dijadikan wajah promosi produknya."
Petisi tersebut bahkan menuntut agar Sarwendah tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemasaran, khususnya melalui siaran langsung, hingga polemik yang menjadi perhatian publik mendapatkan kejelasan.
(Tribunnews.com/Ayu/Anita K Wardhani)