Sarwendah Diboikot Imbas Konflik dengan Ruben Onsu, Petisi 81 Ribu Tanda Tangan, Ruben: Konsekuensi
Listusista Anggeng Rasmi July 06, 2026 06:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Konflik rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah memasuki babak yang semakin memanas.

Perselisihan yang sebelumnya berkutat pada hak asuh anak dan persoalan nafkah kini melebar hingga memicu reaksi luas dari warganet.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, muncul gerakan boikot terhadap Sarwendah di media sosial.

Berdasarkan pantauan Grid.ID di platform Change.org pada Senin (6/7/2026), petisi bertajuk ‘Cancel Sarwendah dari Media Sosial’ telah mengumpulkan lebih dari 81.600 tanda tangan.

Petisi tersebut berisi ajakan kepada berbagai merek dan pelaku usaha agar mempertimbangkan kembali kerja sama promosi dengan Sarwendah di tengah polemik yang sedang bergulir.

Munculnya petisi itu pun memunculkan pertanyaan mengenai sikap Ruben Onsu terhadap aksi boikot yang ramai diperbincangkan publik.

Namun, melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menegaskan dirinya tidak memiliki kaitan dengan gerakan tersebut.

Menurut Minola, fokus utama kliennya saat ini adalah menyelesaikan persoalan hukum mengenai hak asuh anak, bukan mengikuti opini yang berkembang di media sosial.

Baca juga: Konflik dengan Sarwendah Makin Memanas, Ruben Onsu Ngaku Stres, Hubungan dengan Jordi Ikut Renggang

PERSETERUAN ARTIS - Ruben Onsu tak bakal halangi Sarwendah untuk bertemu anak jika dirinya memenangkan gugatan hak asuh.
PERSETERUAN ARTIS - Ruben Onsu tak bakal halangi Sarwendah untuk bertemu anak jika dirinya memenangkan gugatan hak asuh. (Grid.id/Hana Futari)

"Ruben Onsu kan memang tidak terkait dengan masalah sikap dari masyarakat atau netizen untuk melakukan pemboikotan ya terhadap S.

Karena yang kami perjuangkan sebenarnya adalah perjuangan yang berbeda," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

Ia menegaskan perjuangan Ruben sepenuhnya berada di jalur hukum dan bukan bagian dari tekanan publik terhadap mantan istrinya.

Pihak Ruben juga memilih menyerahkan seluruh proses sengketa kepada mekanisme pengadilan yang sedang berjalan.

Di tengah derasnya perhatian publik, konflik keduanya kini tak hanya menjadi persoalan keluarga, tetapi juga memicu gelombang respons dari masyarakat yang terus berkembang di ruang digital.

Baca juga: Petisi Boikot Sarwendah Meledak Tembus 95 Ribu Tanda Tangan, Desakan Cancel dari Medsos Kian Menguat

PERTIKAIAN ARTIS - Pihak Sarwendah tak terima Ruben Onsu resmi gugat hak asuh anak.
PERTIKAIAN ARTIS - Pihak Sarwendah tak terima Ruben Onsu resmi gugat hak asuh anak. (Warta Kota/Arie Puji/Grid.id/Ragillita Desyaningrum)
 

Sanksi Sosial dan Konsekuensi

 
 
 

Meski tidak ikut campur, pihak Ruben Onsu menilai bahwa kemunculan petisi tersebut merupakan bentuk sanksi sosial yang lahir dari tindakan Sarwendah sendiri.

Minola menyebut, banyak perilaku Sarwendah di ruang publik, terutama saat live streaming, yang memicu kemarahan netizen.

"Masyarakat melihat banyak hal-hal yang dianggap tidak pantas, tidak pada dasarnya bertentanganlah dengan banyak hal, termasuk norma.

Ucapan-ucapan S ketika live TikTok misalnya, menghina ayah anak-anaknya, mengecilkan arti uang 200 juta, bahkan aksi jualan yang dianggap tabu bagi masyarakat Timur," lanjut Minola.

Lebih lanjut, Minola menyatakan bahwa pemboikotan ini adalah konsekuensi dari sikap Sarwendah yang dianggap sengaja mempermalukan Ruben di ruang publik, seperti saat mengumbar isu debt collector dan cicilan rumah yang macet.

"Ini merupakan sanksi sosial yang diterima oleh S, yang merupakan konsekuensi dari apa yang dia buat.

Artinya masyarakat menilai ada hal yang tidak pantas," tegasnya.

Di sisi lain, Ruben Onsu tetap memilih jalan diam dan menyerahkan segala urusan kepada proses hukum, sembari mempersiapkan bukti-bukti untuk persidangan hak asuh anak yang dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan Juli ini.

(Tribunnewsmaker.com/ Grid.ID)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.