4 Orang Jadi Korban Seusai Diserang Puluhan Pemuda Bersenjata, Warga Resah
Noval Andriansyah July 06, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pati - Sebanyak 4 orang jadi korban seusai diserang puluhan pemuda bersenjata, warga resah. Kejadian mencekam ini langsung menggemparkan masyarakat Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tempat lokasi penyerangan terjadi.

Baca juga: Polisi Tegaskan Kasus Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu Tetap Berlanjut meski Ada Perdamaian

Aksi brutal ini berlangsung pada Jumat (3/7/2026) malam. Selain membuat empat orang warga terluka, detik-detik penyerangan tersebut juga sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi hingga videonya viral di media sosial.

Masyarakat di sana mengaku benar-benar cemas setelah melihat sekelompok pemuda asing mendadak merangsek masuk ke kawasan permukiman mereka.

Suasana malam yang tenang langsung berubah mencekam saat kelompok tersebut datang sambil menenteng kayu, besi, hingga batu.

Bukan cuma meneror warga, para pelaku yang beringas ini juga merusak beberapa sepeda motor milik warga yang terparkir.

Tanpa ampun, mereka juga tega menganiaya siapa saja warga setempat yang kebetulan sedang berada di luar rumah.

Dari rekaman kamera pengawas yang beredar luas, terlihat jelas bagaimana rombongan pemuda ini masuk ke lingkungan desa secara beramai-ramai.

Tak lama setelah masuk gang, mereka langsung mengamuk, melakukan perusakan, dan menyerang warga secara membabi buta.

Empat Warga Menjadi Korban

Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, membenarkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibat kejadian itu, empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban mengalami luka memar, sedangkan seorang warga bernama Alif harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas karena mengalami cedera serius pada bagian kepala.

"Kami berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut karena aksi serupa telah beberapa kali terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat," ujar Ali saat memberikan keterangan, Sabtu (4/7/2026), dilansir TribunJateng.com.

Seorang saksi mata, Pardi, mengungkapkan situasi saat penyerangan berlangsung. Menurutnya, rombongan pelaku datang secara tiba-tiba, kemudian merusak kendaraan bermotor dan melakukan pemukulan terhadap warga.

Hingga kini, penyebab maupun motif penyerangan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Satu di antara korban, Nur Dwi Lestari, mengaku menjadi sasaran kekerasan ketika mencoba menghentikan aksi pengeroyokan terhadap adiknya.

Saat kejadian, Nur berada di luar rumah bersama sang adik sebelum situasi berubah menjadi mencekam.

"Namun, saya justru ikut menjadi sasaran pemukulan hingga mengalami luka cakar, serta memar dan bengkak pada bagian mulut," ungkap Nur.

Kasus penyerangan tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Batangan.

Kapolsek Batangan AKP M. Setiawan menyampaikan, pihak kepolisian sudah menerima laporan dari korban dan langsung melakukan langkah penyelidikan.

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian serta mengirimkan surat permintaan visum ke Puskesmas sebagai bagian dari proses penyidikan.

Warga berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku, menangkap mereka, serta memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum agar aksi serupa tidak kembali terjadi di lingkungan mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.