Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Jawa Barat
SERAMBINEWS.COM, BANDUNG – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) sekaligus memperluas kolaborasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan benchmarking Zona Integritas di Bandung, pada Jumat (3/7/2026).
Dekan FTK UIN Ar-Raniry, Prof Safrul Muluk mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya FTK UIN Ar-Raniry mengakselerasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sekaligus memperkuat jejaring akademik antarfakultas.
Ia juga menjelaskan, bahwa FTK telah ditetapkan sebagai salah satu Pilot Project Pembangunan Zona Integritas berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 1685 Tahun 2026.
“Benchmarking ke FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan upaya mempelajari berbagai praktik terbaik dalam membangun budaya integritas, penguatan tata kelola, inovasi pelayanan, serta pemenuhan enam area perubahan Zona Integritas,” katanya, Senin (6/7/2026).
Pengalaman tersebut, kata Safrul, diharapkan menjadi referensi dalam memperkuat implementasi ZI di lingkungan FTK UIN Ar-Raniry.
"Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pemanfaatan sumber daya dan pengalaman yang dimiliki masing-masing institusi," ujarnya.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Raih Peringkat Utama Perguruan Tinggi Responsif Gender 2026
Dalam kegiatan tersebut, Dekan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr Hj Hasniah Aliah, memaparkan berbagai strategi yang telah diterapkan fakultasnya dalam membangun Zona Integritas.
Strategi itu meliputi pengelolaan eviden, manajemen perubahan, inovasi layanan, hingga upaya menjaga keberlanjutan budaya kerja berintegritas.
Lebih lanjut, pada kesempatan yang sama, kedua fakultas menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Prof Safrul Muluk dan Prof Hasniah Aliah, disaksikan jajaran pimpinan, ketua program studi, serta Tim Zona Integritas dari kedua institusi.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran narasumber, publikasi ilmiah bersama, seminar, workshop, serta berbagai program akademik lainnya.
Prof Hasniah menyatakan, bahwa sinergi antarfakultas akan membuka peluang lahirnya inovasi dan program kolaboratif yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Sinergi antarfakultas akan membuka peluang lahirnya inovasi dan program kolaboratif yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Prof Hasniah.
Baca juga: Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Pilih Mengabdi di Madrasah Aceh Barat
Melalui benchmarking dan penandatanganan MoU tersebut, FTK UIN Ar-Raniry dan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Sinergi itu diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai kolaborasi akademik yang berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam di tingkat nasional maupun internasional.(*)