TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Pemerintah Kota Tomohon mulai menyusun arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Konsultasi Publik Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Anugerah Hall Tomohon, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring yang mewakili Wali Kota Tomohon.
Baca juga: Jadwal Tomohon International Flower Festival 2026, Tujuh Hari
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Edwin mengatakan konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam penyusunan APBD.
Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar memenuhi amanat peraturan perundang-undangan, tetapi juga menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Diharapkan melalui konsultasi publik ini dapat terwujud APBD yang terbuka, partisipatif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 mengacu pada tema RKPD Kota Tomohon.
Yakni Percepatan Transformasi Pembangunan Inklusif melalui Penguatan SDM, Ekonomi Daerah, dan Ketahanan Lingkungan.
Tema tersebut menjadi komitmen Pemerintah Kota Tomohon untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat perekonomian berbasis potensi lokal, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Pemkot Tomohon juga menetapkan delapan prioritas pembangunan pada 2027.
Di antaranya peningkatan kerukunan umat beragama, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana dan perubahan iklim.
Kemudian pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan daya saing ekonomi dan investasi, pemerataan kualitas pendidikan dan kesehatan, digitalisasi pelayanan publik serta reformasi birokrasi, hingga menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban daerah.
Pemkot Tomohon juga menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,80 hingga 6,25 persen pada 2027.
Selain itu, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 4,80-5,00 persen, tingkat pengangguran terbuka berada pada kisaran 6,56-7,30 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan meningkat menjadi 80,75-80,88.
Seluruh target tersebut akan didukung melalui pengelolaan APBD yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Di akhir sambutan, Wali Kota Tomohon mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kota Tomohon yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Pemerintah Kota Tomohon juga berkomitmen mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI yang berhasil dipertahankan selama 13 tahun berturut-turut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala BPKPD Kota Tomohon Danny Liuw, Kepala Bapelitbangda Kota Tomohon Jaqueline Mangulu, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, serta peserta konsultasi publik. (pet)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini