Kartu Merah Berubah Jadi Hukuman Percobaan, UEFA Ikut Kritik FIFA di Piala Dunia 2026
Muhammad Nursina Rasyidin July 06, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Keputusan FIFA 'mengampuni' Folarin Balogun dari hukuman larangan bertanding akibat kartu merah, kembali mendapatkan kecaman.

Kali ini, Badan Sepak Bola Eropa atau UEFA ikut bersuara negatif soal kebijakan FIFA tersebut.

UEFA tak habis pikir dengan perubahan hukuman yang didapatkan akibat kartu merah itu.

Mereka memandang aturan soal kartu merah ini tak masuk ranah yang bisa diutak-atik secara bebas dan serampangan.

"Ketika kepastian penerapan aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas sebuah kompetisi pun menjadi tercoreng," kata perwakilan UEFA dikutip dari Daily Mail.

"Kami menyatakan ketidakpercayaan kami terhadap keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan seperti ini," paparnya.

Hal tersebut membuat adanya anggapan soal Amerika Serikat yang diuntungkan dengan status tuan rumah yang mereka sandang.

Meski sebenarnya hal itu tak berlaku bagi negara tuan rumah mana pun, termasuk Amerika Serikat.

Secara umum, seluruh negara memiliki kedudukan yang sama di dalam keanggotaan FIFA.

"Status tuan rumah menjadi keuntungan bagi Amerika Serikat," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Rodri Menantang, Lamine Yamal Membuktikan

Padahal yang dimaksud keuntungan di sana adalah soal melimpahnya dukungan yang ada bagi Amerika Serikat.

Sebenarnya pantas UEFA mengajukan keberatan soal adanya 'keringanan' hukuman kartu merah kepada Balogun.

Pasalnya Amerika Serikat nantinya akan bisa memainkan sang striker ketika berhadapan dengan salah satu wakil UEFA di Piala Dunia 2026, yaitu Belgia.

FIFA mengubah hukuman kartu merah Balogun menjadi masa percobaan selama satu tahun.

Pihak Belgia sendiri dikabarkan sedang menyiapkan banding terkait keputusan FIFA itu.

Namun sepertinya banding tersebut tak akan berpengaruh banyak lantaran FIFA sudah memberikan keputusannya.

Mereka juga sudah menentukan tim perangkat pertandingan yang akan menjadi pengadil pertandingan antara AS dan Belgia.

Alhasil, segala banding yang akan dilakukan kemungkinan berdampak setelah pertandingan ini selesai.

Pada saat yang sama, beragam komentar muncul akibat keputusan FIFA mengampuni hukuman kartu merah Balogun.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken mengatakan keputusan yang diambil oleh FIFA terkait insiden Balogun sangat-sangat buruk.

Menurut Solbakken, keputusan FIFA justru dapat merugikan Amerika Serikat sendiri karena kemenangan mereka nantinya akan selalu dibayangi kontroversi.

"Menurut saya, hal yang benar-benar buruk dari situasi ini adalah bahwa hal itu akan merugikan AS karena bagaimana jika dia mencetak gol atau bermain bagus? Belgia akan marah dan orang-orang akan mempertanyakan keputusan tersebut," kata Solbakken usai kemenangan Norwegia atas Brasil, Senin (6/7).

"Ini keputusan yang sangat, sangat, sangat buruk. Saya merasa kasihan pada AS. Jika mereka menang, keputusan ini akan menjadi hal yang terlupakan dan tidak baik untuk olahraga ini," tambahnya.

Ada juga pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel yang memberikan tanggapannya.

Tuchel berkelakar meminta Harry Kane menelepon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar hukuman kartu merah yang diterima Jarrel Quansah ditangguhkan juga.

"Siapa yang bisa membatalkan keputusan ini, kapan, dan atas dasar apa? Sampai sejauh mana hal seperti ini akan berlangsung? Bagi saya ini aneh. Kami hanya ingin ada konsistensi dalam pengambilan keputusan."

"Apakah kartu kuning yang diterima Declan Rice pada menit pertama bisa dibatalkan? Kita bisa terus memperdebatkan hal ini tanpa henti. Saya rasa itu bukan kartu kuning."

"Apakah kami akan mendapatkan kartu kuning itu kembali? Apakah Prancis juga akan mendapatkan kembali kartu kuning untuk Michael Olise saat melawan Paraguay, yang menurut saya sebenarnya bukan kartu kuning?" sambung pria yang pernah membesut PSG dan Chelsea.

"Sampai di mana ini akan berakhir? Saya tidak tahu aturannya. Saya bukan orang yang tepat untuk menjawabnya. Saya hanya akan menunggu dan melihat apa yang terjadi."

"Haruskah Harry Kane menghubungi Presiden Trump? Mungkin, itu bisa menjadi awal yang baik," kelakarnya.

(Tribunnews.com/Guruh, Sina, Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.