Pratikno: Emas Jadi Financial Shield Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Sakinah Sudin July 06, 2026 08:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, masyarakat dituntut semakin cermat mengelola keuangan agar memiliki perlindungan finansial untuk masa depan.

Salah satu instrumen yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang adalah investasi emas.

Hal tersebut disampaikan Pratikno, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI MakassarSulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Maluku (SulSelBarRa Maluku), Jumat (3/7/2026).

Pratikno menyampaikannya dalam podcast Indonesia Marketing Association (IMA) Makassar Marketing Series 2 bertema Financial Shield yang disiarkan langsung melalui YouTube Tribun Timur.

Podcast tersebut dihadirkan kerja sama Tribun Timur, IMA Makassar, dan PT Pegadaian.

IMA Makassar adalah organisasi profesi pemasaran yang menjadi pusat pengembangan marketing di Indonesia Timur.

Didirikan pada 20 Mei 1996, organisasi ini menjadi wadah kolaborasi antara pengusaha, akademisi, profesional, dan pemerintah untuk memajukan dunia pemasaran, UMKM, dan branding kota.

Sementara Pegadaian merupakan BUMN di bawah naungan Holding Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang bergerak di bidang jasa keuangan, gadai, dan pembiayaan.

Dipandu host Fiorena Jieretno, Pratikno menjelaskan bahwa fokus Pegadaian saat ini bukan hanya menyediakan layanan keuangan.

Tetapi juga meningkatkan edukasi, literasi, dan inklusi keuangan kepada masyarakat, khususnya melalui investasi emas.

“Ribuan tahun lalu emas sudah dikenal sebagai instrumen untuk menjaga keamanan finansial,” kata Pratikno.

"Kami ingin mengedukasi generasi muda agar memiliki perencanaan keuangan yang baik melalui produk-produk layanan Pegadaian berbasis emas," jelasnya.

Pratikno menjelaskan, konsep Financial Shield merupakan jaring pengaman finansial yang perlu dimiliki setiap orang di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Ia menjelaskan, harga emas memang bergerak dinamis dipengaruhi berbagai faktor seperti konflik geopolitik, perang tarif, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga tekanan inflasi di dalam negeri.

Namun, dalam jangka panjang, emas dinilai mampu mempertahankan nilai kekayaan.

“Emas merupakan instrumen investasi yang mampu melindungi nilai uang dari inflasi,” katanya.

Pratikno menyebut masyarakat perlu memahami perbedaan fungsi uang dan emas dalam mengelola keuangan.

Fiat money untuk transaksi, sedangkan emas untuk menjaga nilai kekayaan karena mampu melindungi daya beli dari inflasi.

Ia juga mengingatkan besarnya saldo tabungan belum tentu menjamin kekuatan finansial apabila tidak memperhitungkan dampak inflasi.

Menurutnya, nominal tabungan memang tetap, tetapi daya beli uang terus menurun karena harga barang dan jasa mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

“Sering kali masyarakat merasa aman karena memiliki tabungan Rp10 juta. Padahal secara nominal memang sama, tetapi daya belinya terus berkurang akibat inflasi. Itulah yang membuat uang terasa semakin cepat habis,” ujarnya.

Investasi Emas Jadi Lebih Modern

Pratikno juga melihat adanya perubahan pola pikir masyarakat, terutama generasi muda, terhadap investasi emas.

Jika sebelumnya emas dianggap mahal, kuno, dan hanya cocok untuk kalangan tertentu, kini persepsi tersebut mulai berubah sejak Pegadaian diresmikan sebagai Bank Emas (Bullion Bank) pada 2025.

“Tantangan kami adalah membuat investasi emas menjadi lebih modern, mudah, dan dekat dengan generasi muda. Sekarang menabung emas bisa melalui aplikasi Tring dengan tampilan yang simpel dan sesuai karakter gen Z. Investasi bisa dimulai hanya dari Rp10 ribu,” katanya.

Ia menambahkan, selama masyarakat telah memiliki kartu identitas, mereka sudah dapat membuka akun dan mulai berinvestasi emas melalui aplikasi Tring!

Tring! adalah aplikasi resmi dari Pegadaian yang menyediakan layanan transaksi keuangan, investasi, dan jual-beli emas digital dalam satu platform.

Layanan ini memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas, seperti menabung, mencicil, menggadaikan emas, dan mengajukan pinjaman dengan mudah langsung dari ponsel.

Nilai investasinya pun dimulai dari Rp10 ribu saja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.