Warga Banjarnegara Geram Sungai Sapi Tercemar Tambang Pasir Putih, Tuntut Pengusaha
khoirul muzaki July 06, 2026 09:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA- Aktivitas tambang di pasir putih Banjarnegara menuai protes warga. Sungai Sapi yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, khususnya untuk keperluan rumah tangga menjadi keruh dan tidak layak digunakan karena aktivitas tambang. 

Pemkab Banjarnegara memediasi warga Desa Kaliajir Kecamatan Purwanegara dengan pengusaha pengolahan pasir putih di Balai Desa Kaliajir Kecamatan Purwanegara, Senin (29/6/2026) lalu. 

‎Pertemuan dipimpin Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono SE, M.Si, didampingi Asisten 2 Setda Banjarnegara Mohammad Iqbal SE.

Warga rupanya sudah lama mengeluhkan air sungai Sapi yang menjadi keruh akibat tercemar limbah pencucian pasir putih di hulu sungai sejak dari wilayah Kecamatan Bawang hingga Purwanegara

‎‎Warga meminta para pengusaha pencucian bahan tambang tidak membuang limbahnya ke Sungai Sapi.

Apalagi sungai tersebut biasa dimanfaatkan untuk MCK dan menyiram lahan pertanian, khususnya pada musim kemarau.

‎‎Dalam pertemuan ini, warga menuntut pengusaha pencucian pasir putih untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi limbah.

Sehingga air sungai kembali jernih dan dapat digunakan oleh warga untuk keperluan sehari-hari.

Kesepakatan 

‎Menanggapi keluhan warga, ketua paguyuban pengusaha pencucian pasir putih Jumadi dan perwakilan warga melakukan pertemuan tertutup di ruangan Kades disaksika sejumlah pejabat Pemkab Banjarnegara.

‎Ada 5 poin kesepakatan penting sebagai solusi 7 hari ke depan, yakni paguyuban pengusaha pencucian pasir putih tidak akan membuang bekas cucian ke sungai, membuat 5 embung di Sungai Sapi, optimalisasi kolam penampungan limbah pencucian.

Apabila anggota paguyuban melanggar kesepakatan, maka akan ditindak pihak berwenang sesuai hukum yang berlaku.

Untuk merealisasikan komitmen ini, paguyuban minta waktu, minimal seminggu.

‎Menanggapi kesepakatan ini, Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono mengapresiasi komitmen para pengusaha pencucian pasir putih.

Ia berharap ini menjadi solusi terbaik untuk warga maupun paguyuban.

‎Diakuinya, setiap musim kemarau, daerah selatan Banjarnegara menjadi langganan kesulitan air sehingga air sungai menjadi alternatif untuk menopang kebutuhan air sehari-hari, di samping mengandalkan droping air bersih.

‎Sekda Hendro Cahyono menambahkan, pencemaran limbah cucian pasir putih hampir terjadi pada musim kemarau. Sehingga diperlukan solusi permanen agar masalah ini tidak terulang setiap tahun.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.