Bibit Durian Black Thone dan Musang King Disebar ke Lahan 200 Hektare di Sulsel
Ari Maryadi July 06, 2026 08:08 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah mulai mengembangkan durian premium sebagai komoditas hortikultura berorientasi ekspor di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bibit durian varietas Black Thorn dan Musang King kepada petani yang cukup untuk lahan seluas 200 hektare senilai Rp 1,7 miliar.

Kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan meningkat di pasar internasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel Bustanul Arifin mengatakan bantuan bibit tersebut memang diarahkan untuk mendukung ekspor komoditas hortikultura dari Sulsel.

"Jadi memang targetnya kita ekspor sehingga memang bibitnya itu adalah bibit unggul yang disebar itu adalah blackton dan musang king," ujar Bustanul Arifin saat penyerahan bantuan benih serta alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani se-Sulsel di Centre Point of Indonesia (CPI) pada Senin (6/7/2026) pagi.

Bantuan bibit durian ini sudah dikumpul dalam truk lalu disalurkan ke kelompok tani.

Pantauan Tribun-Timur.com, bibit durian ini berada diantara benih padi dan jagung.

Spanduk bertuliskan bantuan bibit durian ini terpajang di truk.

Bantuan dilepas Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Durian Black Thorn dan Musang King menjadi dua varietas durian premium populer di pasar Asia, termasuk Indonesia.

Kedua jenis durian ini dikenal memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan durian lokal pada umumnya.

Cita rasa, tekstur, hingga produktivitas sangat mempengaruhi nilai jual.

Black Thorn merupakan varietas durian yang berasal dari Pulau Penang, Malaysia.

Nama Black Thorn atau "duri hitam" berasal dari ciri khas bagian bawah buah yang memiliki tonjolan berwarna kehitaman menyerupai duri.

Varietas ini dikenal memiliki daging buah berwarna jingga pekat dengan tekstur sangat lembut dan creamy.

Rasanya didominasi perpaduan manis dan sedikit pahit sehingga banyak diburu pecinta durian premium.

Aroma Black Thorn juga relatif kuat dengan rasa yang bertahan lama di mulut.

Karena produktivitasnya tidak sebanyak varietas lain, harga Black Thorn umumnya lebih mahal di pasar internasional.

Sementara itu, Musang King merupakan varietas durian paling populer asal Malaysia yang telah dikenal luas di berbagai negara.

Durian ini memiliki ciri daging buah berwarna kuning cerah, biji relatif kecil, dan tekstur padat namun lembut.

Musang King menawarkan kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit pahit yang seimbang.

Kulit buahnya juga mudah dikenali melalui pola berbentuk bintang pada bagian bawah buah.

Popularitas Musang King menjadikannya salah satu komoditas hortikultura unggulan Malaysia yang banyak diekspor ke berbagai negara, termasuk Tiongkok.

Bustanul memilih dua varietas tersebut karena dinilai memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus pasar premium.

"Jenis komoditi lain kita tidak rekomendasikan. Jadi bibit unggul yang dimaksud adalah Musang King dan Black Thorn itu yang kita bagi hari ini," jelas Bustanul.

Kedua varietas tersebut mulai banyak dibudidayakan oleh petani di sejumlah daerah di Indonesia.

Pengembangan Black Thorn maupun Musang King dinilai memiliki peluang ekonomi karena menyasar segmen pasar premium.

Namun, budidayanya memerlukan perhatian lebih dibandingkan durian lokal.

Mulai dari pemilihan bibit bersertifikat, kesesuaian lahan, hingga perawatan intensif agar kualitas buah tetap terjaga.

Dengan kualitas rasa yang khas serta nilai jual tinggi, Black Thorn dan Musang King kini menjadi dua varietas durian yang banyak dikembangkan sebagai komoditas unggulan di sektor hortikultura.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi durian di Sulsel mencapai 772.253 kuintal pada 2025.

Kabupaten Luwu Utara menjadi penghasil durian tertinggi dengan 258.333 kuintal.

Urutan kedua Kabupaten Enrekang dengan 151.750 kuintal.

Kabupaten Bulukumba melengkapi tiga besar 119.371 kuintal.

Pelepasan bantuan ini turut dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahadjo Puro.

Jajaran kepala daerah datang. Diantaranya Bupati Wajo H Andi Rosman, Bupati Selayar H Muh Natsir Ali,  Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Bupati Pangkep Andi Yusran Lalogau, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim.

Dari DPRD Sulsel hadir Rahman Pina dan Fadriaty AS.

Dirjen Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule menyebut penyaluran ini sudah diberikan secara strategis.

Jenis bibit pun dipastikan berkualitas.

"bibit yang kita tanam ini dipastikan tumbuh dan menghasilkan," ujar Taufiq saat diwawancarai disamping Gubernur Andi Sudirman.

Saat ini bantuan tersebut sedang dalam perjalanan menuju kelompok tani di daerah tujuan.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.