Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) meminta manajemen PT Balam Energi Pte. Ltd segera melaporkan kebutuhan tenaga kerja yang akan direkrut untuk mendukung operasional perusahaan di daerah tersebut, Senin (6/7/2026).
Hal itu dinilai penting agar pemerintah daerah dapat menyampaikan informasi lowongan kerja kepada masyarakat secara terbuka.
Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya untuk memastikan tenaga kerja lokal mendapat kesempatan yang lebih besar dalam investasi yang mulai masuk di bumi Ita Wotu Nusa.
Baca juga: Kalah Lawan Norwegia, Pengendara di Ambon Seret Koper Berbalut Bendera Brasil, Simbol Pulang Kampung
Baca juga: Jalan Rusak di Kawasan Bere-bere Ambon Kian Parah, Warga Minta Pemerintah Perbaiki Segera
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten SBT, Mochtar Rumadan, mengatakan pihak PT Balam Energi Pte. Ltd sebelumnya telah melakukan koordinasi awal dengan pemerintah daerah terkait rencana operasional perusahaan.
"Saat ini Balam sudah hadir dan pernah bertemu dengan kami untuk berkoordinasi. Rencananya mereka akan melaporkan terkait ketenagakerjaan mereka," ujarnya.
Meski demikian, hingga kini perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas) tersebut belum menyampaikan secara rinci jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.
Termasuk pembagian antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja dari luar Kabupaten SBT.
"Tapi sampai hari ini Balam secara spesifik belum menyampaikan kepada kami berapa banyak kebutuhan tenaga kerja yang mereka butuhkan di SBT. Tenaga kerja lokalnya ada berapa, dari luar berapa. Itu yang ingin kami hitung secara keseluruhan," bebernya.
Menurut Mochtar, data tersebut sangat dibutuhkan, agar informasi mengenai peluang kerja dapat segera disampaikan kepada masyarakat sejak awal perusahaan mulai beroperasi.
Dengan begitu, masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dan mengikuti proses rekrutmen.
"Kalau bisa segera berkoordinasi dengan kami supaya kita bisa menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada perusahaan yang masuk. Dengan begitu masyarakat punya ruang dan waktu untuk melamar pekerjaan," katanya.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi rekrutmen merupakan komitmen pemerintah daerah agar tidak muncul anggapan bahwa informasi lowongan hanya diketahui oleh kelompok tertentu.
"Kami ingin membuat akses selebar-lebarnya supaya anak-anak kita, mulai dari Teor sampai Dihil, sampai Akibob, memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran dan bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur," katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten SBT juga tengah menyusun Peraturan Bupati yang akan mengatur keterlibatan tenaga kerja lokal dalam setiap kegiatan investasi di daerah tersebut.
Sambil menunggu regulasi itu rampung, Disnakertrans telah meminta seluruh perusahaan, terutama yang bergerak di sektor eksplorasi sumber daya alam, agar memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan kompetensi yang tersedia.
"Kalau nanti eksplorasi berhasil dan masuk tahap eksploitasi, sebisanya pekerjaan seperti security, tenaga kesehatan, driver, catering dan pekerjaan teknis lainnya jangan dibawa dari luar. Kami minta bisa memanfaatkan tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur," tutupnya.(*)