Aksi pengendara yang bersikap arogan atau berlagak 'bang jago' di jalan raya belakangan kembali terjadi. Tak sedikit pengendara yang mengalami intimidasi, bahkan hingga berujung kontak fisik. Lantas seperti apa langkah yang tepat buat merespons situasi tersebut?
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan kejadian semacam ini sebenarnya bukan hal baru. Kata Sony, yang terpenting bagi korban adalah tetap tenang dan menghindari terpancing emosi agar situasi tidak semakin memburuk.
"Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, terutama intimidasi dan arogansi yang dilakukan pengendara lain. Terlepas ada atau tidaknya niat jahat, kalau sudah terjadi kontak fisik yang mereka lakukan, itu sudah masuk ranah pidana atau perbuatan yang tidak menyenangkan," kata Sony kepada detikOto, Senin (6/7/2026).
Sony menyarankan pengendara untuk tetap fokus mengendalikan kendaraan apabila menghadapi situasi seperti itu, terutama jika kejadian berlangsung di jalan yang ramai.
"Jika terjadi di keramaian, tetap tenang dan fokus berkendara karena mereka biasanya tidak akan melakukan tindakan kekerasan berlebihan. Namun, jika situasinya sudah sangat mengganggu atau mengarah pada pembegalan, arahkan kendaraan ke pos polisi terdekat atau minta bantuan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Sony juga mengimbau supaya korban tidak meladeni provokasi pelaku. Apabila memungkinkan, dokumentasikan kejadian sebagai barang bukti untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Jika memungkinkan jangan meladeni perbuatannya dan tetap merekam sebagai bukti pelaporan. Susah jika kita sudah terdistraksi, ujung-ujungnya berantem di jalan. Tak ada yang menang atau kalah, bahkan tidak memberikan efek jera bagi pelaku," jelasnya.
Kronologi 'Bang Jago' Pengendara Ninja Pukul Pemotor di Jaksel
Diberitakan sebelumnya, aksi pengendara yang diduga berlagak 'bang jago' terjadi di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Seorang pengendara Kawasaki Ninja berinisial FRS (37) dilaporkan memukul pengendara motor lain di tengah jalan. Pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika korban merasa sepeda motornya beberapa kali ditabrak dari belakang oleh motor yang dikendarai pelaku.
"Pelaku melakukan perbuatan tersebut karena awalnya sepeda motor yang dikendarai oleh korban, spakbor belakang terasa ditabrak beberapa kali dari belakang oleh motor yang dikendarai oleh pelaku," kata Nurma, seperti diberitakan detikNews, Senin (6/7).
Korban kemudian menegur pelaku. Namun, alih-alih meminta maaf, pelaku justru melakukan pemukulan. "Sehingga korban menegor pelaku. Namun bukannya meminta maaf, pelaku malah melakukan pemukulan terhadap korban," jelas Nurma.
Aksi tersebut sempat terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat pengendara Kawasaki Ninja terus mengikuti korban sambil menggeber motornya.
Korban terdengar berkata, "?"
Pelaku kemudian menjawab, "."
Saat korban kembali bertanya alasan dirinya dipukul, pelaku justru menjawab, "Lu emang gua tampol? Emang kenapa kalau gua tampol?" sambil beberapa kali memukul kepala korban.
Kasus tersebut kini telah ditangani kepolisian. Peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi saat berkendara dan mengutamakan keselamatan ketika menghadapi pengendara yang bersikap agresif di jalan.





