Kenapa Bebek Tidak Basah saat Berenang di Air? Ternyata Ini Rahasianya
GH News July 06, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Pernah lihat bebek berenang? Jika diperhatikan, bulu bebek tidak basah meski berada di air. Kenapa ya?

Rahasianya ada pada bagian kelenjar uropigial di dekat ekornya. Kelenjar tersebut bisa memproduksi minyak preen (preen oil) yang bisa menyebar ke seluruh tubuh, termasuk bagian bulu-bulu di sayapnya, demikian dilansir Birdspot.

Dengan minyak di sekujur tubuhnya, bebek bisa tetap kering saat berenang di air. Kandungan minyak preen umum dimiliki oleh jenis unggas, seperti burung.

'Kecanggihan' Bulu Bebek

Tidak hanya tetap kering, bebek juga tidak tenggelam saat berenang di air. Ini berkat bulu bebek yang saling mengunci dan memerangkap udara yang memberi mereka daya apung tambahan.

Saat bebek ingin menyelam untuk menangkap mangsa, mereka akan menekan bulu-bulu mereka ke sisi tubuh untuk melepaskan udara yang terperangkap. Untuk bisa kembali mengapung dengan aman, bebek tinggal mengibaskan tubuh agar udara terperangkap kembali.

"Bulu memiliki lubang-lubang mikro, celah-celah kecil yang memungkinkan air bertekanan melewatinya. Seekor bebek yang duduk di permukaan kolam tidak mengalami tekanan air, sehingga penetrasi airnya dapat diabaikan. Namun, seekor bebek yang menyelam ke bawah akan mengalami peningkatan tekanan hidrostatik secara terus-menerus, sesuatu yang familiar bagi siapa pun yang menyelam ke bagian kolam yang dalam," kata Jonathan Boreyko, profesor di bidang teknik mesin, dikutip dari Virginia Tech.

Semakin banyak jumlah lapisan bulu, tekanan yang dibutuhkan untuk mendorong air melewati semua lapisan juga harus meningkat. Dalam hal ini, bebek cenderung memiliki jumlah lapisan bulu yang tepat untuk menghindari pembasahan permanen selama penyelaman mereka.

Fakta Unik Lain tentang Bebek

Bebek memiliki sekitar 100 spesies di dunia. Hewan ini dikenal sangat adaptif karena bisa beraktivitas di air, darat, dan udara.

Selain lapisan minyak di bulu yang membuatnya tak basah saat berenang, beberapa spesies bebek juga ada yang bisa terbang mencapai ketinggian 60–1.200 meter.

Dikenal sebagai hewan yang sangat bersosial dan suka bergerombol, bebek juga diperkirakan memiliki 'bahasa' khas mereka. Menurut peneliti Universitas Middlesex, Dr. Victoria de Rijke, bebek di London cenderung memiliki suara "kwek" yang lebih keras dan kasar.

Kemudian bebek lain di pedesaan cenderung bersuara lebih pelan. Temuan ini dilakukan melalui rekaman untuk penelitiannya.

"Betapa miripnya suara mereka dengan suara manusia yang tinggal di daerah yang sama," ujarnya, dikutip dari People for the Ethical Treatment of Animals (PETA).

Selain bulu, paruh bebek juga memiliki keunikan. Paruh bebek memiliki reseptor sentuhan yang mirip dengan yang ada di ujung jari dan telapak tangan manusia. Reseptor tersebut membantu bebek dalam mencari makanan di air keruh.

fahri zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan detikcom sejak 2019. Aktif meliput isu-isu pendidikan, riset & analisis, concern terhadap isu iklim dan lingkungan, serta menyukai dunia sepak bola. Kini jadi penulis buku.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.