Awas 'Phone Body', Postur Tubuh Berubah Akibat Keseringan Main HP
GH News July 06, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Ponsel pintar atau smartphone kini seolah tak bisa lepas dari genggaman. Tanpa disadari, berjam-jam menatap layar, scrolling media sosial, hingga bermain game tak cuma menyita waktu, tapi juga mulai mengubah postur tubuh Anda.

Fenomena ini populer disebut dengan istilah 'phone body'. Meski bukan diagnosis medis resmi, pakar kesehatan mewanti-wanti istilah ini nyata untuk menggambarkan perubahan fisik akibat kecanduan gawai.

Gejalanya mulai dari bahu membungkuk, leher kaku, jempol pegal, hingga mata lelah.

Direktur Departemen Ortopedi di Rumah Sakit CK Birla Delhi, India, Dr Ashwani Maichand, mengungkapkan adanya lonjakan kasus masalah otot dan tulang (muskuloskeletal) akibat penggunaan HP yang berlebihan.

"Meskipun 'phone body' bukan istilah medis, ini efektif menggambarkan perubahan tubuh ketika orang menghabiskan waktu berjam-jam menunduk melihat ponsel atau duduk dengan postur buruk," jelas Dr Maichand, dikutip dari

Beban Berat di Leher

Secara anatomi, kepala manusia memiliki berat sekitar 4,5 hingga 5,5 kg. Tetapi, saat menunduk demi melihat layar HP, leher dipaksa bekerja ekstra keras menahan beban yang berlipat ganda.

Kondisi ini memicu 'text neck', yakni sindrom leher kaku, sakit kepala, hingga nyeri bahu kronis akibat tekanan berlebih pada tulang belakang leher.

Tak hanya leher, kebiasaan menunduk juga membuat bahu melengkung ke depan seperti tanda tanya. Lambat laun, otot dada mengencang sementara otot punggung melemah.Jika dibiarkan berbulan-bulan hingga tahunan, kondisi ini memicu iritasi saraf, keausan dini pada tulang belakang, hingga nyeri kronis yang sulit diperbaiki.

Gerakan berulang saat mengetik juga memicu nyeri sendi pada ibu jari dan pergelangan tangan, ditambah risiko mata kering akibat ketegangan mata digital (digital eye strain).

Cara Mencegah 'Phone Body'

Kabar baiknya, perubahan postur ini bisa dicegah dan diperbaiki karena tubuh memiliki kemampuan pulih yang baik. Dr Maichand membagikan beberapa tips pencegahannya, yakni:

1. Posisikan HP Setinggi Mata

Jangan menundukkan leher, angkat ponsel Anda sejajar dengan pandangan mata untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.

2. Terapkan Aturan 20-20-20:

Untuk mencegah mata lelah, setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan untuk melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

3. Rutin Istirahat dan Peregangan

Jangan duduk diam berjam-jam. Ambil jeda setiap 30-45 menit untuk berdiri, berjalan kaki, dan lakukan peregangan leher serta dada.

4. Olahraga Penguatan Otot

Lakukan latihan harian seperti menundukkan dagu (chin tuck), peregangan tulang belikat, serta memperkuat otot inti (core muscle) untuk menopang tulang belakang.

"Tulang belakang itu dirancang untuk bergerak, bukan untuk diam berada dalam satu posisi yang sama selama berjam-jam," pungkas Dr Maichand.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.